Lamongan (beritajatim.com) – Banjir yang melanda sejumlah kecamatan di Kabupaten Lamongan hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda akan surut. Menanggapi kenyataan ini, Polres Lamongan menggelar bakti sosial ke salah satu desa yang terdampak banjir.
Kapolres Lamongan, AKBP Yakhob Silvana Delareskha mengatakan bahwa baksos ini digelar sebagai bentuk kepedulian polisi terhadap aktivitas warga yang tersendat lantaran banjir masih menggenangi kawasan mereka.
AKBP Yakhob menyebut, terdapat 50 paket bantuan yang disalurkan ke warga terdampak banjir di Desa Morocalan, Kecamatan Glagah, Lamongan, yang terdampak banjir. Selain itu, Yakhob mengaku, pihaknya juga telah mendirikan bengkel dan pengobatan gratis di desa setempat.
“Baksos ini kaitannya dengan banjir yang ada di 8 kecamatan di Lamongan, namun desa yang genangan airnya lebih tinggi itu berada di Desa Morocalan,” kata Yakhob, Senin (27/2/2023).
Melalui penyaluran bantuan sembako itu, Yakhob berharap, nantinya bisa bermanfaat dan mampu meringankan beban warga terdampak. Sedangkan dengan bengkel dan pengobatan gratis itu, tandas Yakhob, kendaraan dan kesehatan warga bisa lebih terjaga dengan baik.
“Kami mengadakan pengobatan gratis oleh Dokes Polres Lamongan, serta memberikan vitamin dan obat-obatan biar tidak ada warga yang sakit gatal-gatal atau gejala sakit lainnya. Juga ada bengkel gratis untuk perawatan kendaraan warga. Harapannya, semua itu bisa membantu warga sekitar yang terdampak banjir,” tandasnya.
Sementara itu, warga tampak begitu antusias menyambut baksos yang digelar Polres Lamongan. Mereka berduyun-duyun memadati lokasi pengobatan dan membawa kendaraan mereka ke bengkel yang telah disediakan secara gratis tersebut.
Hasanah, salah satu warga di Desa Morocalan mengaku senang dengan kegiatan yang diinisiasi oleh pihak kepolisian ini. Menurutnya, baksos ini bermanfaat dan bisa sedikit meringankan bebannya.
Di sisi lain, Hasanah juga mengharapkan, pemerintah bisa segera melakukan penanganan terhadap banjir tahunan yang kerap melanda kawasan mereka. Dengan begitu, masyarakat bisa hidup lebih nyaman dan aktivitas mereka pun tak lagi tersendat.
“Alhamdulillah, senang dapat bantuan, meskipun ini sebenarnya kurang mas. Kami sebagai warga berharap banjir ini bisa segera diatasi. Ini banjir paling parah, biasanya banjir hanya merendam jalan saja, tapi tahun ini banjir sampai masuk rumah,” ujarnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”banjir-lamongan”]
Berdasarkan catatan beritajatim.com yang dihimpun dari BPBD Lamongan, terdapat 45 desa di 6 kecamatan yang terdampak banjir luapan Bengawan Jero Lamongan. Banjir ini merendam 5.900 rumah milik warga, ribuan hektar tambak, sekitar 80 kilometer akses jalan dan 50 lebih fasilitas jalan.
Banjir tersebut diperkirakan akan bertahan sampai dua bulan ke depan, seperti yang terjadi di tahun-tahun sebelumnya. Pasalnya, hujan berintensitas tinggi masih kerap mengguyur kawasan Lamongan. Tak hanya itu, banjir di sepanjang aliran Bengawan Jero ini sangat tergantung kepada kondisi di hulu. [riq/but]








