Malang (beritajatim.com) – Bencana alam angin puting beliung di Desa Srigonco, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, Sabtu (25/2/2023) malam merusakkan puluhan rumah.
Saat kejadian, hujan deras disertai angin kencang ini, sebanyak 23 rumah warga desa setempat rusak dengan total kerugian hingga mencapai puluhan juta rupiah.
Salah satu relawan PSR (Pantai Selatan Rescue) Boncel menguraikan, seperti kerugian warga di Dusun Watusigar RT. 23 RW 03. Bagian dapur rumah mereka tertimpa pohon. Kerugian materi sebesar Rp 15 juta. Kemudian rumah Triman, warga Dusun Watusigar RT. 24 RW 04. Kerusakan terjadi pada teras dengan total kerugian sebesar Rp 15 juta.
Kerusakan akibat tertimpa pohon juga dialami Yuda. Kandang sapi miliknya tertimpa pohon dengan total kerugian sebesar Rp 15 juta.
“Kerusakan berikutnya terjadi pada bagian atap rumah Siono, warga Dusun Sumberjambe RT. 34 RW 05 dengan kerugian sebesar Rp 3 juta. Kemudian kerusakan rumah Subur dan rumah Painten warga Dusun Sumberjambe dengan kerugian Rp 5 juta,” tegasnya, Minggu (26/2/2023) siang.
[berita-terkait number=”4″ tag=”puting-beliung”]
“Untuk jumlah korban keseluruhan sebanyak 23 orang termasuk kerusakan gudang Pupuk Hijau Pertiwi di Dusun Watusigar dengan besarnya kerugian Rp 3 juta,” sambung Boncel.
Kata dia, proses pembersihan akibat angin puting beliung melibatkan seluruh komponen. Yakni Babinsa 0818/12 Bantur, Polsek Bantur, BPBD Kabupaten Malang, PMI Kabupaten Malang, Kades Srigonco, Kasun beserta seluruh perangkat desa setempat. [yog/but]






