Jember (beritajatim.com) – Rumah pribadi Bupati Jember Hendy Siswanto di Jalan Sultan Agung, Lingkungan Kampung Ledok, Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, Jawa Timur, kebanjiran lagi, Jumat (24/2/2023) siang.
Bukan hanya rumah Hendy yang kebanjiran. Sungai Dinoyo juga meluap menggenangi rumah warga di Desa Rambigundam, Desa Rambipuji, Desa Gugut, Kecamatan Rambipuji.
Situasi banjir ini kemudian dilaporkan langsung oleh Hendy kepada Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa via pesan WhatsApp. “Saat ini sedang banjir lagi yg cukup besar. Semoga semua selamat. Mohon doa Ibu,” katanya.
Sebelumnya, rumah pribadi Hendy direndam banjir akibat meluapnya Sungai Jompo, Rabu (28/12/2022). Kali ini intensitas hujan tak terlalu deras dan lama. Air masuk rumah sekitar pukul dua siang setinggi kurang lebih satu meter. Namun banjir ini cepat surut. “Karena hujan di bagian bawah (hilir) sungai tidak deras,” kata Hendy.
[berita-terkait number=”5″ tag=”banjir-jember”]
“Menurut pengalaman kami selama ini, biasanya puluhan tahun nggak pernah rumah kami di Jompo banjir naik sampai dua kali seperti ini. Ini artinya aliran sungai di Kabupaten Jember harus ada penanganan yang komprehensif dan total. Jika tidak, akan ada yang lebih besar lagi dampak banjirnya ke masyarakat. Mohon dukungan Ibu Gubernur. Matur nuwun,” kata Hendy kepada Khofifah.
Sementara itu, pemerintah meminta kepada warga yang tinggal di tepi sungai Dinoyo agar waspada. Air sungai berwarna coklat dan membawa potongan kayu. “Air sudah masuk ke beberapa rumah masyarakat. Kita tidak tahu berapa kedalamannya. Tetap waspada,” kata Ajun Inspektur Satu Supriyanto dari Kepolisian Sektor Rambipuji.
Hendy berharap pemerintah pusat memasukkan Jember dalam program penanganan bencana banjir nasional. “Penanganannya harus kolaboratif antara Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup, Pemerintah Provinsi Jatim, dan Pemkab Jember, dari hulu ke hilir,” katanya. [wir/kun]






