Jember (beritajatim.com) – Tepat sepekan bocah perempuan usia lima tahun berinisial B hilang terbawa arus Sungai Mayang, di Dusun Krajan, Desa Sabrang, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Jumat (17/2/2023). Pencariam dihentikan.
Pencarian dilakukan oleh operasi gabungan oleg Basarnas, TNI, dan Polri, mulai dari lokasi tenggelamnya B hingga muara sungai. “Kemudian pencarian juga dilakukan sepanjang bibir pantai,” kata Kepala Kepolisian Sektor Ajun Komisaris Ma’ruf.
B hilang pada Jumat (10/2/2023) pagi. B sebenarnya hanyut bersama FI (5), bocah lelaki yang sama-sama warga Kecamatan Ambulu. Namun FI berhasil ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.
Tak ada yang menyangka FI dan B hanyut di sungai, karena awalnmya mereka bermain sepeda di pekarangan rumah yang berjarak 50 meter dari sungai. Keluarga mulai mencari ke sungai ketika kedua bocah itu tak terlihat.
[berita-terkait number=”4″ tag=”jember”]
Dalam pencarian itu, keluarga hanya menemukan sepeda milik B dan FI. Zamhuri, ayah B, segera menyusuri sungai. Firasatnya benar. Dia menemukan FI tersangkut di ranting bambu di bantaran Sungai Mayang Jember. Jenazah FI dibawa ke Puskesmas Sabrang dan dimakamkan.
Pencarian B dilakukan bersama tim gabungan SAR dan relawan. Namun, menurut Ma’ruf, pencarian terkendala oleh air sungai yang selalu keruh. Akhirnya pada hari ketujuh, pencarian dihentikan. Petugas akan bergerak lagi jika ada laporan penemuan jenazah B. [wir/but]






