Sumenep (beritajatim.com) – Pemkab Sumenep bersama Bulog menggelar operasi pasar beras murah di sejumlah pasar tradisional Sumenep.
Bupati Sumenep, Ach. Fauzi mengatakan, operasi pasar ini dilakukan untuk menstabilkan harga beras di pasaran. Secara nasional, harga beras di tingkat konsumen saat ini merangkak naik.
“Dengan operasi pasar ini, diharapkan bisa meringankan beban masyarakat, karena bisa membeli beras dengan harga yang lebih murah dibanding biasanya,” katanya, Senin (13/02/2023).
Berdasarkan data di Dinas Perindustrian dan Perdagangan, harga beras di pasar tradisional pekan ini untuk beras bengawan atau kualitas premium Rp 12.500 per kg. Sedangkan untuk beras kualitas medium dan IR64 Rp 11.500 per kg.
“Di pasar murah ini beras dijual seharga Rp 9.000 per kg. Ada kemasan 5 kg seharga Rp 45.000,” terang Fauzi.
[berita-terkait number=”3″ tag=”pemkab-sumenep”]
Ia menjelaskan, dalam operasi pasar tersebut, setiap satu minggu akan digelontorkan beras murah sebanyak 15 ton. Operasi pasar digelar di Pasar Anom dan Pasar Bangkal.
“Saya minta setidaknya seminggu dua kali digelar operasi pasar. Syukur-syukur bisa dua hari sekali. Sekali operasi pasar, di tiap titik dilepas 2 ton beras. Ini akan terus dilakukan sampai harga beras benar-benar stabil,” terangnya. (tem/ted)






