Ponorogo (beritajatim.com) – Rumah Hariono (45), warga Dusun Jalakan Desa Wotan Kecamatan Pulung Ponorogo, nyaris porak poranda tersambar petir. Genteng rontok, kaca lemari hancur, barang-barang elektronik pun ikut rusak.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Hanya, ibunda Hariono yang berumur 74 tahun, tangannya luka terkena serpihan kaca. Begitupun dengan anak perempuannya, dagunya mengalami luka lecet. “Saya juga kena serpihan kaca paling. Tidak luka, tetapi tangan saat kena air itu terasa perih,” ungkap Hariono, Sabtu (11/02/2023) sore.
Hariono menceritakan bahwa kejadian itu terjadi pada Jumat (10/02) sore habis bada salat magrib. Dirinya dan 3 anggota keluarga lainnya sedang berada di dalam rumah. Dimana anak perempuannya yang berumur 9 tahun sedang belajar dengannya. Sedangkan anak laki-lakinya yang berumur 15 tahun sedang ibadah solat. Sementara ibunya, sedang tiduran. “Saat kejadian berempat sedang berada di dalam rumah,” katanya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”tersambar-petir”]
Dia sebelumnya tidak menduga kejadian tersebut. Tiba-tiba terdengar suara yang menggelegar di atas rumahnya. Saat suara itu terdengar menggelegar, listrik di rumahnya padam. Lampu-lampu mati dan keadaannya gelap gulita.
“Kejadian tidak terduga, tiba-tiba terdengar glerr gitu dan langsung gelap semua. Tidak kelihatan semua, sesaat saya kayak blank gitu,” ungkap Hariono.
Setelah suasana mulai tenang, Hariono mengajak keluarganya untuk pindah ke rumah sebelah. Rumah sebelah yang Ia tempati itu, kebetulan juga rumah milik saudaranya yang baru jadi. Dia tidak mengecek ke rumahnya pasca kejadian keadaan keras itu. Tahu rumahnya porak poranda, saat pagi hari tadi. “Baru tahu rumah rusak ya baru tadi pagi. Saat ini alhamdulillah kondisi saya dan keluarga baik-baik saja,” pungkasnya. (end/kun)






