Jakarta (beritajatim.com) – Liberalisasi ekonomi dinilai sudah terbukti gagal dan tidak mampu bertahan di tengah krisis global saat ini.
Karena itu, pemerintah diminta tidak lagi memberikan ‘karpet merah’ pada liberalisasi ekonomi yang hanya memperkaya oligarki.
“Sekarang ini banyak negara ingin membangun kemandirian ekonominya. Mereka sadar bahwa konsep liberalisasi ekonomi sudah gagal. Situasi global saat ini mengharuskan mereka memproteksi ekonominya,” ujar Ketua Bidang Kebijakan Publik Partai Gelora Achmad Nur Hidayat, dalam keterangan yang diterima hari ini.
Karenanya, dia mendorong pemerintah untuk segera meninggalkan penggunaan sistem atau paham ekonomi liberal dalam pengelolaan perekonomian nasional saat ini.
Sebab, di tengah ketidakpastian situasi global saat ini, paham liberalisasi ekonomi bisa menjadi ‘bom waktu’ dan berbahaya bagi perekonomian Indonesia yang terlalu terbuka.
“Kita ini aneh, negara penggagasnya saja memproteksi ekonominya agar tidak kena resesi. Tetapi, kenapa Indonesia justru membuka selebar-lebarnya terhadap liberalisasi ekonomi. Ini tentu saja menjadi paradoks,” kata Madnur, sapaan Achmad Nur Hidayat.
Dia berpendapat, Indonesia memiliki konsep Ekonomi Pancasila. Konsep tersebut lebih bagus dibandingkan Ekonomi Liberal.
“Konsep Ekonomi Pancasila itu pada dasarnya adalah kemandirian, kenapa nggak kita optimalkan itu. Ide kita untuk menciptakan hilirisasi industri itu bisa menciptakan kemandirian. Sekaranglah saatnya kita tinggalkan ekonomi liberal agar Indonesia menjadi negara super power baru,” tegas MadNur. [hen/beq]






