Ponorogo (beritajatim.com) – BPBD Ponorogo meninjau lokasi pembangunan hunian sementara (huntara) di Dusun Sidomukti Desa Talun Kecamatan Ngebel Ponorogo. Pembangunan huntara itu, rencananya akan ditempati oleh penghuni 22 rumah yang masuk zona rawan longsor di lereng Gunung Banyon.
Lokasi relokasi huntara itu, berada di radius 3 kilometer dari Gunung Banyon. Meski begitu, tempat itu sudah dirasa aman untuk ditinggali. “Kita tinjau pembangunan huntara di lokasi tanah relokasi untuk warga lereng Gunung Banyon yang masuk zona rawan bencana,” kata Kalaksa BPBD Ponorogo Henry Indrawardana, Kamis (02/02/2023).
[berita-terkait number=”5″ tag=”BPBD-Ponorogo”]
Pembangunan huntara ini, sudah jalan sejak beberapa bulan yang lalu. Hingga saat ini, huntara yang sudah jadi ada 14 rumah. Sehingga masih ada 8 huntara yang belum selesai dari total 22 huntara yang rencananya akan dibangun. Dengan tersisa 8 huntara yang belum selesai ini, Henry optimistis warga warga Gunung Banyon yang terdampak ancaman bencana ini, sudah dapat menempati huntara yang dibuat oleh Pemkab, Baznas dan LazisMu tersebut. “Kalau lahan relokasi disiapkan oleh pemdes, untuk huntara kerja sama dari pemkab, baznas, dan LazisMu,’’ ungkap mantan Kepala DPUPKP tersebut.
Beberapa bulan lalu, tim Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bandung, Jawa Barat meninjau kondisi longsor yang berada di Gunung Banyon Desa Talun Kecamatan Ngebel. Hasil pemetaan dan pengamatan yang dilakukan, ada beberapa rumah yang masuk dalam zona rawan bencana susulan. Mereka merekomendasikan penghuni 22 rumah yang masuk zona raman itu, untuk segera meninggalkan huniannya dan segera direlokasi. “Dengan kondisi cuaca ekstrem seperti sekarang ini, tentu di Gunung Banyon, tanahnya rawan terjadi longsor,” katanya.
Henry menambahkan bahwa cuaca ekstrem bisa memicu gerakan tanah. Sesuai dengan kajian dari PVMBG yang datang beberapa bulan lalu, dikhawatirkan bendungan alam yang terbentuk di mahkota longsor Gunung Banyon, tidak kuat menahan debit air dan berpotensi menjadi banjir bandang. Nah, aliran banjir bandang itu, menurut pemetaan PVMBG melewati puluhan bangunan yang terdampak tersebut. “Aliran banjir bandang ini, berpotensi melewati 22 bangunan yang terdampak tersebut. Sehingga dilakukan relokasi untuk penghuninya,” pungkasnya.(end/kun)






