Ponorogo (beritajatim.com) – Wahana water fountain (air mancur) di Telaga Ngebel tampaknya menjadi magnet baru di objek wisata andalan Kabupaten Ponorogo itu.
Bagaimana tidak, sejak dilaunching Bupati Sugiri Sancoko pada malam tahun baru 2023 lalu, kini para wisatawan mulai berbondong-bondong mengunjungi objek wisata yang berada di lereng Gunung Wilis tersebut. Alhasil, pundi-pundi rupiah pun lancar mengalir ke kas daerah.
Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Pemuda Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Ponorogo Judha Slamet Sarwo Edi sangat optimis bahwa dalam beberapa bulan kedepan ini, sudah bisa memenuhi target pendapatan asli daerah (PAD) dari objek wisata Telaga Ngebel. Dimana pada tahun 2023 ini, untuk objek wisata Telaga Ngebel ditarget sebesar Rp 2,8 miliar.
“Saya yakin dengan adanya wahana water fountain ini, dalam beberapa bulan kedepan, PAD dari Telaga Ngebel akan mencapai target,” kata Judah, ditulis Sabtu (28/01/2023).
Judha mengungkapkan bahwa setelah adanya water fountain ini, pada hari-hari biasa pendapatan dari penjualan tiket di Telaga Ngebel mencapai dikisaran Rp 6-15 juta. Jumlah itu naik signifikan, jika dibandingkan dengan sebelum adanya water fountain. Dimana di hari biasa dulu hanya memperoleh pendapatan dari penjualan tiket Rp 500 ribu hingga Rp 1,5 juta.
Harus diakui bahwa peningkatan penjualan tiket itu, faktor adanya water fountain yang dimainkan waktu malam hari. Sehingga, jika sebelumnya pukul 19.00 WIB seputaran Telaga Ngebel sudah sepi. Kini, sejak ada pertunjukan water fountain, Telaga Ngebel kalau malam masih ramai, hingga pukul 23.00 WIB.
“Dulu cuma pagi sampai sore. Kalau saat ini dari pagi bisa sampai malam. Pengunjung malam harinya pun juga cukup banyak,” katanya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”telaga-ngebel”]
Untuk weekend pendapatan dari tiket pun bisa naik signifikan. Di hari Sabtu dan Minggu capaiannya pun bisa 2 kali lipat dari hari biasa. Bahkan weekend jelang perayaan Imlek beberapa hari lalu, pendapatan dari tiketnya pun mencapai Rp 37 juta. Jika dijumlah selama long weekend Imlek lalu, pendapatan tiket mencapai Rp 89 juta.
“Jadi saat weekend jelang perayaan Imlek lalu, ada sekitar 2.500 pengunjung. Setiap malam Sabtu dan Minggu kita adakan event. Sebelum pertunjukan water fountain, kita ada pertunjukan. Bisa akustik atau angklung. Nah jelang Imlek lalu, ditampilkan pertunjukan barongsai,” pungkasnya.
Hal senada juga diungkapkan oleh Camat Ngebel Dwi Cahyanto. Menurut pengamatannya, sejak awal tahun 2023 lalu, pengunjung ke objek wisata Telaga Ngebel meningkat luar biasa. Jika sebelumnya hanya sampai sore, kini juga tidak sedikit wisatawan yang berkunjung pada malam harinya. Hal itu tidak lepas dari adanya wahana baru, yakni water fountain di Telaga Ngebel.
“Peningkatan pengunjung sangat luar biasa,” kata Dwi. (End






