Lamongan (beritajatim.com) – Bupati Lamongan Yuhronur Efendi berkesempatan menyapa warga Lamongan yang sedang merantau di Malaysia. Dia mengungkapkan kebanggaan atas tingginya jiwa perjuangan masyarakat Lamongan di perantauan.
Meski mereka telah merantau ke negeri orang bertahun-tahun, namun Yuhronur menilai budaya “Megilan” Lamongan dan rasa nasionalisme terhadap negara asalnya Indonesia sama sekali tak pernah luntur.
Orang nomor satu di Lamongan ini juga menegaskan, semangat dan perjuangan yang dilakukan oleh warga perantauan Lamongan itu sangat mencerminkan nilai yang ada dalam slogan Megilan (Mandiri, Elegan, enerGik, Inovatif, Loyalitas, Adaptif, dan Nyaman).
“Kami bangga karena ternyata mereka ini memiliki jiwa-jiwa struggle yang luar biasa, Megilan, dan tidak pernah melupakan Tanah Airnya. Apalagi warga Lamongan ini juga dikenal mampu dan mudah beradaptasi di berbagai wilayah,” ujarnya, usai menghadiri kegiatan Tabligh Akbar Paguyuban Berkemajuan Warga Lamongan, yang digelar Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Malaysia di Kuala Lumpur, Minggu (22/1/2023) kemarin.

Tak hanya menjalin silaturahmi, Yuhronur berkata, kedatangannya ke Negeri Jiran ini juga untuk mengetahui kondisi warganya yang tengah merantau. Bahkan, ia mengaku telah menyerap aspirasi dan masukan dari 500 lebih para perantau Lamongan yang hadir dalam kegiatan tersebut.
Lebih lanjut, di hadapan ratusan para warga perantau di Malaysia itu, kepala daerah yang pandai melantunkan pantun ini turut menyampaikan bahwa selama 2 tahun terakhir pihaknya bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Lamongan telah bekerjasama dan berkolaborasi dalam menjalankan program-program prioritas Lamongan.
Masih kata Bupati Yuhronur, hampir keseluruhan program-program yang dicanangkan tersebut telah terealisasi, diantaranya mulai dari program JAMULA (Jalan Mantap dan Alus Lamongan), program kesehatan HCS (Home Care Service), hingga Beasiswa Pendidikan Perintis.
[berita-terkait number=”3″ tag=”Lamongan”]
“Saya menyampaikan kabar baik. Warga Lamongan yang merantau tidak perlu khawatir lagi kalau pulang ke Lamongan, jalannya sudah halus. Meski bertahap belum bisa semuanya, tapi Insya Allah sampun mboten gronjal-gronjal, lancar. Kami juga mohon doanya semoga ke depan dapat terus diberi kekuatan untuk membangun Lamongan lebih baik,” paparnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lamongan, Shodiqin yang turut hadir di Tabligh Akbar mengaku merinding saat mendengar Lagu Kebangsaan Indonesia Raya bisa berkumandang di Malaysia.
“Luar biasa, saya merinding mendengarkan Lagu Indonesia Raya didengungkan oleh warga Muhammadiyah, khususnya warga Lamongan di sini (Kuala Lumpur, Malaysia.red),” kata Shodiqin.
Diketahui, Tabligh Akbar yang digelar oleh PCIM itu bertajuk ‘Merawat Iman, Menebar Manfaat, Meraih Cinta-Nya’. Kegiatan ini bertempat di Dewan Serbaguna Kampong Bharu, 50300, Kuala Lumpur, Malaysia. Turut hadir di antaranya Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur Sukadiono dan Wakil Ketua DPRD Lamongan Husnul Aqib. [riq/beq]






