Pasuruan (beritajatim.com) – Tak ada hujan dan angin, atap pendopo Balai Desa Sumberglagah, Kecamatan Rembang Pasuruan roboh. Robohnya atap pendopo ini terjadi saat pengerjaan sedang berlangsung.
Akibatnya dua orang pekerja di bawahnya menjadi korban dalam kejadian ini. Keduanya mengalami luka ringan dan langsung dirawat di rumah sakit.
“Benar kejadiannya Senin (9/1/2023) kemarin, tidak ada korban jiwa. Hanya luka-luka dua pekerja yang sedang membangun,” kata Camat Rembang, Firdaus Handara.
Hendara menambahkan bahwa pembangunan rehab balai desa itu dialokasikan dari proyek Bantuan Keuangan Khusus (BKK). Anggarannya sendiri menelan biaya sebesar Rp 250 juta untuk pengerjaan pondasi dan tiang penyanggah.
Namun, saat ditanya pemicu ambruknya bangunan dirinya tidak mengetahui banyak hal. “Kalau ditanya soal konstruksi, kami tidak tahu. Kami akan konsultasikan terlebih dahulu dengan dinas terkait,” imbuhnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pasuruan”]
Menanggapi hal ini, Sekretaris Komisi I DPRD Kabupaten Pasuruan, Arifin sangat menyesalkan kejadian atap Balai desa di Kecamatan Rembang tersebut. Dirinya menduga bahwa pengerjaan pendopo balai desa tidak sesuai Rancangan Anggaran Biaya.
“Diduga pengerjaannya tidak sesuai RAB yang sudah ditentukan. Jadi sangat disayangkan jika anggaran yang dikeluarkan senilai Rp 140 juta bisa sampai tidak kokoh,” kata Arifin.
Diketahui Balai Desa Sumberglagah tersebut pada tahun 2023 ini akan mendapat bantuan senilai Rp 150 juta. Bantuan ini rencananya akan digunakan untuk atap dan lantai. (ada/ted)






