Surabaya (beritajatim.com) – Sejumlah sekolah di Kota Surabaya menunda melakukan registrasi akun SNPMB. Hal itu dilakukan sebagai antisipasi sistem server komputer yang belum sempurna. Misalnya di SMAN 15 Surabaya.
Santi Nurmalahayati, Guru di SMAN 15 Surabaya mengatakan bahwa pihaknya memilih registrasi akun SNPMB di hari keempat. Padahal, registrasi tahap pertama sudah dibuka mulai Senin, 9 Januari 2023 kemarin.
“Kami menunda karena memang saran tim panitia seleksi SNMPB begitu. Karena kebijakan baru, panitia, sistem pun baru, pasti ada penyesuaian-penyesuaian,” ujar Nurmala, Rabu (11/01/2023).
[berita-terkait number=”5″ tag=”SNPMB”]
Kendati demikian, pihaknya juga sudah menyiapkan timeline khusus layanan. Sedangkan untuk peminatan, ia menyebut jika tidak ada pemetaan khusus bagi siswa IPA maupun IPS.
Seperti diketahui, pada pelaksanaan SNPMB tahun ini, calon mahasiswa baru dibebaskan memilih lintas jurusan. “Kalau lintas jurusan mungkin ada beberapa presentasi 10-20 persen anak IPA memilih jurusan soshum atau IPS,” ungkapnya.
“Terpenting, mereka faham dirinya, memahami potensi, bakat minat dan memfasilitasi psikotes, pemahaman dirinya juga wawasan karir,” imbuhnya.
Nurmala menerangkan, terkait teknis pemilihan jurusan, siswa juga harus memahami sejumlah aturan. Contohnya, jika memilih dua kampus berbeda, maka salah satu kampus harus berada di domisili sekolah asal siswa. Perlu diketahui, Tim Persiapan SNPMB telah resmi membuka pelaksanaan SNPMB. Sekolah bisa memulai registrasi akun pada 9 Januari hingga 9 Februari 2023 mendatang. (ipl/kun)






