Jember (beritajatim.com) – Bupati Hendy Siswanto menginginkan 612 pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Kabupaten Jember, Jawa Timur, harus bisa lebih berkembang dan mendulang keuntungan. Pemerintah Kabupaten Jember akan membantu.
“Tahun 2023 ini wis wayahe UMKM kita naik kelas. Tentunya naik kelas bukan karena produknya bagus saja. Tapi produk bagus dan murah, bisa terbeli, dan ada yang membeli. Mereka harus untung, bukan hanya bagus,” kata Hendy, usai acara ngobrol bareng UMKM, di Aula PB Sudirman, Kabupaten Jember, Rabu (11/1/2023).
Hendy berharap seluruh UMKM masuk e-katalog atau katalog elektronik. Katalog elektronik adalah sistem informasi elektronik yang memuat daftar, jenis, spesifikasi teknis dan harga Barang/Jasa tertentu dari berbagai penyedia barang dan jasa pemerintah. “Saya ingin Dinas Koperasi dan Usaha Mikro membantu total mendampingi UMKM. Dibutuhkan usaha bersama-sama untuk merealisasikan UMKM naik level,” katanya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”umkm-jember”]
Menurut Hendy, pengembangan UMKM membutuhkan kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Jember, para pemangku kepentingan, warga, dan para pelaku UMKM. “Kalau ini bersatu bersama-sama, ada yang menjual, ada yang beli, ada yang memproduksi. Kalau hanya memproduksi saja tidak ada yang beli, itu berisiko tinggi buat UMKM,” katanya.
Hendy menegaskan, tahun 2023 diarahkan untuk pengembangan ekonomi kerakyatan. Kolaborasi ini diawali Pemkab Jember dengan mengundang 436 pelaku UMKM mengikuti acara di Aula PB Sudirman hari ini. “Harapan kami, mereka jadi duta-duta untuk mendukung baik dalam bentuk legalnya, NIB (Nomor Induk Berusaha), macam-macam. Kami akan mencoba membantu itu,” katanya.
Hendy juga mengajak pelaku UMKM untuk menjadi peserta jaminan sosial ketenagakerjaan untuk mendapatkan santunan kematian dan kecelakaan. Selain itu ia berharap UMKM berpartisipasi dalam program ‘Satu Desa Satu Produk’, baik kuliner maupun seni dan budaya. [wir/suf]






