Surabaya (beritajatim.com) – Pola asuh orang tua nyatanya sangat mempengaruhi pembentukan karakter anak.
Begitupun kesuksesan anak di masa depan, juga tergantung pada bagaimana kebijakan orang tua memilih pola asuh yang tepat.
Beberapa orang tua percaya bahwa pola asuh yang tegas membentuk karakter yang tegas pula. Sementara yang lain percaya memberikan kelonggaran kepada anak akan mendorong kreativitas. Lalu bagaimana agar keduanya bisa seimbang?
Mengutip dari buku “Raising an Entrepreneur” yang berisi wawancara terhadap 70 orang tua yang berhasil membesarkan anak hingga menjadi orang dewasa yang sukses. Ada tiga pola asuh paling tepat agar anak-anak menjadi orang yang sukses.
Tiga pola asuh ini, disebut dengan “pengasuhan hormat” atau “pengasuhan bijak”. Karena melibatkan penetapan standar dan aturan yang ketat, sambil juga menghormati pilihan anak-anak.
Orang tua didorong untuk memberikan kebebasan kepada anak dalam menentukan pilihannya sendiri, selama itu bukan hal yang buruk atau merugikan. Orang tua harus mampu menghormati dan menghargai anak. Jangan mencoba mendikte apa yang membuat anak penasaran atau bagaimana mereka mengekspresikan diri.
Namun tetap ada batasan dalam menghormati pilihan anak. Jangan memanjakan anak secara berlebihan untuk menghindari konflik, yang mana biasanya proses ini hanya melibatkan komunikasi satu arah. Orang tua harus memandang anak sebagai makhluk yang mandiri dan rasional.
Berikut adalah 3 pola asuh paling tepat agar anak sukses di masa depan.
1. Memberikan aturan terstruktur namun disertai membebaskan pilihan anak
Tidak masalah memberikan aturan yang ketat dan terstruktur kepada anak. Misalnya mengatur jam tidur malam, mengajarkan perilaku sopan santun dengan tegas, membiasakan hidup disiplin, memberikan pelajaran tambahan seperti les, dan lain sebagainya.
Namun, semua aturan ketat itu harus disertai dengan membebaskan pilihan anak. Sebagai contoh dalam wawancara Thomas Vu, seorang Head of Franchise Development. Ia tumbuh dengan aturan ketat dan banyak struktur, tetapi orang tuanya memberikan kebebasan penuh untuk mengejar cita-cita.
“Orang tua saya mengharapkan saya mendapat nilai A di sekolah. Itu tidak mudah, tetapi selama saya berkomitmen melakukannya, ibu saya mengizinkan untuk memainkan semua video game yang saya inginkan. Dalam pandangan saya, itu cukup adil,” Kata Thomas.
Kini, Thomas menjadi produser utama di Riot Games untuk League of Legends, yang saat ini memiliki 180 juta pemain.
Yang harus orang tua lakukan:
– Biarkan anak menentukan pilihannya sendiri, selama harapannya dapat terpenuhi.
– Bimbing anak melalui bagaimana cara mewujudkan pilihannya tersebut dengan baik.
– Motivasi anak untuk meraih harapan, meskipun itu sulit.
2. Mendukung pilihan anak
Contoh nyata orang tua yang mendukung pilihan anak, sehingga menjadi orang yang sukses adalah kisah D.A. Wallach.
Wallach adalah investor teknologi yang sukses. Salah satu investasinya yang populer adalah platform musik Spotify.
Ketika Wallach berusia delapan tahun, ia tertarik untuk berinvestasi. Mengetahui itu, ibunya memberi sejumlah uang dan membuka rekening untuknya. Wallach menghabiskan waktu berjam-jam meneliti perusahaan. Ibunya memberikan pendapat, sehingga dia bisa memutuskan di mana akan berinvestasi.
Bentuk dukungan kepada anak tidak melulu soal keuangan. Ibu Wallach memupuk bakatnya dengan cara lain yang tidak memerlukan biaya, yakni membantu menganalisis, mendiskusikan, dan memotivasi jika mendapatkan kegagalan ketika mencoba.
Yang harus orang tua lakukan:
– Beri anak hak untuk mengutarakan sudut pandang mereka sendiri.
– Hormati privasi anak
– Jangan mengoreksi konstan apa yang anak ucapkan dan lakukan.
[berita-terkait number=”5″ tag=”anak”]
3. Bersikap hangat dan kasih sayang
Orang tua yang baik harus mengajari anak tentang kasih sayang dan menunjukkan bagaimana menangani kesulitan dengan berusaha.
Yang harus orang tua lakukan:
– Beri tahu anak bahwa mereka dapat meminta bantuan kepada orang tua.
– Habiskan waktu berkualitas bersama anak.
– Terlibat dalam kegiatan welas asih bersama.
Itulah tiga pola asuh yang bisa orang tua terapkan agar anak menjadi pribadi yang sukses di masa depan. (kai/ian)






