Hanya dua hari. Minggu dan Senin, 8-9 Januari 2023. Namun ini dua hari yang penting dalam sejarah jurnalisme beritajatim.com. Di Kota Batu, Jawa Timur, kami mencoba memetakan masa depan, merancang apa yang harus kami lakukan selama setahun ini. Mengevaluasi apa yang sudah berlalu. Menelisik kelemahan, mengidentifikasi tantangan, dan mengenali kekuatan kami sendiri.
Selama dua hari itu juga, kami sepakat: jurnalisme tetap relevan namun tak akan pernah sama. Di tengah persaingan media massa daring yang kian ketat dari waktu ke waktu, pada akhirnya jurnalisme menemui kompleksitasnya.
Reportase sebagai basis jurnalisme memang tak berubah. Seorang wartawan dituntut untuk selalu bertanya dengan kritis, jeli dalam melakukan observasi, dan melakukan riset dengan tekun. Namun kini, media massa berhadapan dengan dua hal krusial: teknologi dan kehendak publik yang semakin merdeka dan sukar untuk diprediksi.
Tak ada lagi ongkos cetak yang mahal. Selamat tinggal kertas, apa kabar gawai. Namun, media massa harus rela mengeluarkan anggaran yang tak sedikit untuk senantiasa memperbaiki dan merawat teknologi yang dimiliki. Dalam tahap tertentu, teknologi itu harus ditingkatkan. Bukan hanya untuk membuat pembaca semakin nyaman, tapi juga menguatkan aspek security, keamanan.
Pengalaman dua tahun belakangan ini menunjukkan betapa pentingnya aspek security. Pada suatu hari yang nahas, 2 Desember 2021, Gedung Cyber 1 di Mampang, Jakarta Selatan, terbakar. Server beritajatim.com otomatis down.
Data kami baik-baik saja. Syukurlah. Namun dengan listrik yang padam dan jaringan yang putus, tentu saja persoalan besar bagi sebuah media massa daring yang tak boleh berhenti beroperasi 24 jam sehari, tujuh hari sepekan, dan 52 pekan setahun.
Kami harus berupaya keras agar tak remuk redam. Rencana darurat dibuat. Langkah-langkah taktis dieksekusi. Alhamdulillah, kami kuat melewati sebuah masa berat.
Saya tidak ingat kapan terakhir kali beritajatim.com mengalami situasi ini sejak berdiri pada 2006. Namun yang terang, itu bukan yang terakhir.
Pertengahan 2022, kami mendapat kejutan: serangan Distributed Denial-of-Service (DDoS), atau Penolakan Layanan secara Terdistribusi. Serangan ini diduga dilakukan oleh (para) peretas, entah siapa dan apa tujuannya, dengan membanjiri lalu lintas jaringan internet pada server, sistem, atau jaringan. Ujung-ujungnya beritajatim.com tak bisa diakses.
Isu teknologi lainnya tentu saja pertarungan kata kunci (keywords) dalam merebut perhatian pembaca. Media sosial internet merevolusi cara pandang publik. Kini media massa tak hanya dituntut untuk menyajikan berita dan informasi yang penting dan relevan bagi publik. Ruang redaksi juga harus bisa berkompromi dengan keinginan publik.
Kompromi itu tentu saja tak boleh mengorbankan nilai-nilai jurnalisme, di antaranya menyajikan berita yang akurat, informatif, dan otoritatif. Ini yang membedakan sebuah perusahaan media massa berita dengan yang lain: bergerak dalam koridor kode etik dan sembilan elemen jurnalisme.
Reputasi sebuah media massa berita seperti beritajatim.com yang telah dibangun selama belasan tahun terlalu mahal jika kemudian runtuh hanya karena mengejar click bait. Dalam hal ini, kami di ruang redaksi mempunyai kesepakatan dan pemahaman yang sama.
Apalagi, aspek kepercayaan menjadi aspek paling penting dalam bisnis jurnalisme. Tanpa berita-berita yang akurat, otoritatif, dan bisa dipercaya publik, divisi bisnis kami yang bergerak di luar ruang redaksi tentu saja akan kesulitan membangun kepercayaan dari klien.
Maka menjadi tugas keluarga besar beritajatim.com untuk mempertahankan kepercayaan dari publik, terlebih karena berita dan informasi yang kami sajikan menjadi bagian dari bahan pertimbangan pengambilan keputusan pemangku kebijakan.
Dalam dua hari ini, target sudah kami tetapkan dan rencana sudah kami rancang. Prediksi sudah dibuat. Kami berharap itu semua cukup untuk menumbuhkan optimisme dalam melewati tahun 2023. Sebuah tahun yang konon akan menjadi tahun ‘vivere pericoloso’, tahun yang nyerempet-nyerempet bahaya, karena adanya bayang-bayang krisis ekonomi akibat krisis politik di Eropa. Sebelumnya, mari kita berdoa bersama.
Oryza A. Wirawan, jurnalis beritajatim.com






