Gresik (beritajatim.com) – Diduga korsleting listrik mesin produksi pabrik PT Jebekoko di Jalan Raya Manyar Gresik terbakar. Akibat kejadian itu, area di mesin produksi tepatnya di lantai 11 membara. Beruntung dalam kebakaran tersebut tidak ada korban jiwa.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, api pertama kali muncul berasal dari bara api dan kepulan asap ringan di mesin produksi. Kemudian dalam hitungan detik api membesar lalu merembet ke kontruksi bangunan yang mudah terbakar.
Api yang terus membesar, membuat karyawati PT Jebekoko yang bernama Tia melaporkan kejadian ini ke petugas pemadam kebakaran PT Maspion dan Pemkab Gresik untuk memadamkan api.
[berita-terkait number=”5″ tag=”kebakaran”]
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarla) AH.Sinaga mengatakan, untuk memadamkan api tersebut pihaknya mengerahkan dua unit mobil damkar dan satu unit supply air. “Selain mengerahkan mobil damkar, kami juga menerjunkan 8 personel petugas damkar ke lokasi kebakaran,” katanya, Kamis (5/01/2022).
Ia menjelaskan butuh waktu dua jam setengah untuk memadamkan api yang membakar mesin bagian produksi. Upaya ini berhasil dilakukan oleh petugas damkar setelah berjibaku melawan api yang membara.
“Kebakaran ini terjadi pukul 10.30 wib dan api bisa dipadamkan pukul 12.30 wib setelah petugas damkar berjibaku susah payah memadamkan api,” paparnya.
Mantan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Gresik itu menambahkan, ada kejadian kecil saat petugas memadamkan api. “Saat itu api sebenarnya sudah berhasil dipadamkan selama satu jam. Namun, saat petugas sudah balik ada laporan titik api kembali menyala. Sehingga, petugas kembali lagi memadamkan titik api,” imbuhnya. [dny/kun]






