Ponorogo (beritajatim.com) – Air Telaga Ngebel Ponorogo yang tercemari belerang yang menyebabkan ribuan ikan mati. Ini sebenarnya bukan fenomena baru yang terjadi di Telaga Ngebel.
Pembudidaya ikan di Telaga Ngebel yang merupakan warga sekitar telaga merugi hingga jutaan rupiah. Sebelum kematian ribuan ikan pada Minggu (1/1/2023) malam, kejadian yang sama sebelumnya terjadi pada awal Februari 2021 lalu.
“Setelah diuji oleh petugas terkait kualitas air di Telaga Ngebel, memang tercampur dengan belerang,” kata Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dipertahankan) Kabupaten Ponorogo, Masun, Rabu (4/1/2023).
Masun menyebut ada dua kemungkinan asal belerang yang mencemari air Telaga Ngebel. Kemungkinan pertama, dari bebatuan di atas yang terbawa air hujan dan masuk ke Telaga Ngebel.
“Jadi bisa dari atas, terbawa oleh aliran air yang menuju ke Telaga Ngebel,” katanya.
Kemungkinan kedua, adanya aktivitas magma di dalam palung Telaga Ngebel. Sehingga terjadi aktivitas upwelling atau naik ke atas.
Nah, jenis belerang inilah yang naik ke atas dan bercampur dengan air telaga menghasilkan reaksi hidrogen sulfida yang bersifat asam. Keasaman ini tidak cocok untuk ekosistem ikan sehingga banyak yang mati.
“Ini murni aktivitas alam karena adanya belerang,” katanya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”ponorogo”]
Selain itu kejadian upwelling akibat aktivitas magma di palung Telaga Ngebel juga tidak diprediksi. Sehingga tidak mengikuti urutan waktu.
Ketika di dalam tanah, magma menimbulkan belerang dan memicu keluarnya gas tersebut.
“Suatu saat akan keluar, jadi tidak bisa dipastikan keluarnya. Tidak harus bulan Agustus, bisa juga bulan-bulan lainnya,” pungkasnya.
Untuk diketahui sebelumnya, fenomena ikan yang dibudidayakan di keramba di Telaga Ngebel mati secara mendadak kembali terjadi. Ribuan ikan yang mayoritas jenis ikan nila ini mati mendadak sejak Minggu (1/1/2023) malam.
Ikan yang dibudidaya ini merupakan milik warga sekitar Telaga Ngebel. Akibat kejadian ini, dipastikan setiap warga yang melakukan budidaya ikan di Telaga Ngebel ini merugi jutaan.
Kuat dugaan matinya ikan secara mendadak ini, akibat dari bercampurnya air Telaga Ngebel dengan belerang.
“Belerangnya mungkin naik, yang menyebabkan ikan-ikan ini mati. Terjadi sejak Senin malam kemarin,” kata salah satu pembudidaya ikan nila di Telaga Ngebel, Yusdianto.
Kebanyakan ikan yang mati mendadak merupakan ikan yang sudah siap konsumsi. Warga yang terdampak ini pun cuma bisa pasrah, dan harus merugi jutaan rupiah. Mereka akhirnya mengangkat ikan yang mati mendadak dan selanjutnya dikubur.
“Ya ada yang belum mati, tapi jumlahnya sedikit. Banyak yang mati,” katanya. [end/beq]






