Pasuruan (beritajatim.com) – Putra sulung dari korban kecelakaan kereta api di Kecamatan Rejoso menerima bantuan santunan. Bantuan ini diberikan PT Jasa Raharja dikarenakan kedua orang tuanya meninggal dunia setelah tertabrak kereta api Tawang Alun.
Bantuan yang diberikan oleh PT Jasa Raharja kepada kedua orang tuanya yakni Muhammad Said dan istrinya, Aminah Qomariah ini masing-masing Rp 50 juta. Sedangkan untuk tiga orang saudaranya masing-masing Rp 4 juta.
[berita-terkait number=”5″ tag=”kecelakaan-KA”]
“Untuk kedua orang tuanya masing-masing kami berikan Rp 50 juta. Sedangkan untuk saudaranya Rp 4 juta. Jadi totalnya Rp 112 juta,” kata Kepala Perwakilan PT Jasa Raharja Perwakilan Probolinggo, Setyo S. Putro.
Tak hanya mendapat bantuan santunan, Soleh juga diangkat sebagai anak asuh oleh Kapolres Pasuruan Kota, AKBP Raden Muhammad Jauhari. Meskipun saat ini dirinya masih tinggal bersama tante dan pamannya.
Diketahui Soleh saat ini sedang duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP) disalah satu pesantren di Bangil. “Semua biaya ke depan, termasuk pendidikan, saya secara pribadi siap membiayai sampai beliau (Soleh) berguna bagi bangsa dan negara,” kata Jauhari.
Menurut, Jauhari kecelakaan di perlintasan kereta api tanpa palang pintu sudah sering terjadi. Sehingga akan menjadi perhatian khusus dari kepolisian. (ada/kun)






