Sumenep (beritajatim.com) – Pantai merupakan salah satu destinasi wisata yang diperkirakan akan menyedot banyak wisatawan saat libur tahun baru. Namun karena saat ini kondisi cuaca di Perairan Sumenep ekstrem, maka para wisatawan diminta untuk tidak berenang di laut.
Kapolres Sumenep, AKBP Edo Satya Kentriko menuturkan, berdasarkan informasi dari BMKG, Sumenep masih rawan cuaca ekstrem, yakni angin kencang dan gelombang tinggi. “Tinggi gelombang dijperkirakan sekitar 2-4 meter. Kondisi ini tentu sangat membahayakan pengunjung apabila akan berenang di laut,” ujarnya, Sabtu (31/12/2022).
Karena itu, ia meminta agar petugas di pos pengamanan (Pospam) di tempat wisata dan juga para pemilik tempat wisata pantai, diminta memberikan larangan kepada pengunjung untuk berenang. “Bahkan tidak hanya berenang, bermain atau mendekat ke bibir pantai yang punya gelombang tinggi juga dilarang. Larangan ini semata demi keselamatan bersama,” tandasnya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”polres-sumenep”]
Selain itu, lanjut Kapolres, untuk pengamanan masa libur tahun baru, pihaknya juga menambah personel di tempat-tempat wisata yang ramai dikunjungi wisatawan. Salah satunya Pantai Lombang dan Pantai Sembilan.
“Biasanya petugas gabungan di pos pam tempat wisata berjumlah 15 orang. Namun di tempat wisata yang ramai, kami melakukan penebalan personel hingga 70 orang,” tandasnya.
Ada sejumlah destinasi wisata Sumenep yang berbentuk pantai seperti Pantai Slopeng di Kecamatan Dasuk, Pantai Lombang di Kecamatan Batang-batang, Pantai e Kasoghi di Kecamatan Saronggi, Pantai Sembilan, Pulau Gili Labak, dan Pulau Giliyang. (tem/kun)






