Sidoarjo (beritajatim.com) – Terduga pelaku penganiayaan berujung kematian yang dialami oleh EK (26) warga Krembangan Surabaya sudah tertangkap. Sebelumnya, EK ditemukan sekarat di tempat kos milik Ikhwan Agus Setiono (42) warga RT 11 RW 06 Dusun Buntut, Desa Mojoruntut, Kecamatan Krembung, Kabupaten Sidoarjo, lalu meninggal saat mendapat pertolongan pertama di rumah sakit.
Terduga pelaku sudah diamankan Satreskrim Polresta Sidoarjo di tempat persembunyiannya di kawasan Ponorogo.
Dikonfirmasi soal perkembangan kasus tersebut, Kasi Humas Polresta Sidoarjo Iptu Tri Novi Handono menjawab singkat. Dia belum memberikan keterangan, hanya memberitahu akan ada rilis kasus di Mapolresta Sidoarjo siang ini.
“Monggo nanti datang,” terang Novi, Selasa (27/12/2022).
Disinggung soal motif pembunuhan, Novi juga enggan menjelaskan. “Soal motif dan lainnya, nanti akan dijelaskan dalam rilis,” sebutnya.
Sementara info dari sumber beritajatim.com menebutkan, motif kasus tersebut diduga karena tidak ada kecocokan antara foto pada aplikasi percakapan dengan wajah asli korban. “Foto profil penerima open BO bagus, tapi riilnya tidak demikian. Dimungkinkan dari situ peminat open BO kecewa dan melakukan perbuatan kejinya,” ucapnya.
Selain diduga tak ada kemiripan dengan foto profil, sepertinya juga ada cekcok soal harga. Barang berharga milik korban juga diduga dibawa lari oleh tersangka usai penganiayaan itu.
Seperti diberitakan sebelumnya, EK diduga menjadi korban upaya pembunuhan oleh lelaki yang datang ke kosnya. Korban diduga membuka layanan prostitusi online melalui aplikasi.
[berita-terkait number=”3″ tag=”sidoarjo”]
Korban ditemukan dalam kondisi sekarat pertama kali oleh AS (24), warga Krembung yang juga kekasihnya. AS datang ke kamar kos korban pada Sabtu malam sekitar pukul 20.37 WIB.
Saat itu, korban menerima tamu layanan prostitusi. AS pun tidak masuk dulu ke kamar korban dan memilih menunggu di luar. Selanjutnya pukul 21.05 WIB, AS mengirimkan pesan WhatsApp ke korban lantaran lama menunggu. Korban membalas dengan menulis tamunya menambah jam layanan.
Pesan itu membuat AS curiga. Akhirnya AS mendatangi kamar kos korban. Sebelum masuk, AS sempat mengirim pesan kembali ke WA korban, tapi tidak dijawab.
Selanjutnya sekira pukul 21.30, AS membuka pintu kamar kos korban. Dia terkejut mendapati korban tergeletak di dalam kamar mandi dengan keadaan terikat tanpa busana.
Kedua tangan korban juga diikat dengan tali rapia. Serta bagian muka korban dibekap dengan handuk warna biru serta di bagian leher diduga terdapat luka bekas cekikan. Saksi AS kemudian lapor ke polisi, lalu korban dilarikan ke rumah sakit dan meninggal saat dalam perawatan. [isa/beq]






