Blitar (beritajatim.com) – Satreskrim Polres Blitar Kota telah melakukan penyelidikan kebakaran sebuah bus berlogo PDI Perjuangan yang berada di Jalan Ketapang Kelurahan Tlumplu Kota Blitar. Dari hasil pemeriksaan warga sekitar, diduga bus tersebut dibakar oleh dua orang siswa sekolah dasar.
“Soal bus terbakar, ada di wilayah sukorejo, jadi viral karena ada stiker partai, setelah dilakukan penelusuran pelakunya anak anak kecil,” kata Kapolres Blitar Kota AKBP Argo Wiyono, Rabu (21/12/2022).
Pelaku pembakaran bus berlogo banteng moncong putih di bagian depan itu diduga merupakan dua orang murid SD berinisial S dan R. Menurut Polisi, keduanya mengakui bahwa S dan R telah membakar bus yang terparkir di lahan kosong itu menggunakan jerami.
Dari keterangannya keduanya mengaku sengaja membakar bus tersebut karena dianggap angker. Atas anggapan tersebut kedua murid itu langsung membakar bus yang sudah tidak terpakai itu dengan jerami dan korek api.
“Karena menganggap bus ini angker, keduanya lantas membakar bus yang terparkir tersebut,” imbuhnya.
Awalnya kedua pelajar tersebut bermain-main di sekitar lokasi bus berlogo PDI Perjuangan tersebut. Setelah lama bermain tiba-tiba “S” membeli sebuah korek api kayu seharga Rp. 500. Setelah itu “S” mengajak temannya “R” untuk mengumpulkan jerami yang kemudian dipasangnya di bagian lampu belakang bus.
Tak berselang lama keduanya kemudian langsung membakar jerami tersebut. Karena kondisi bus yang sudah rusak api dengan cepat membesar dan membakar seluruh badan bus.
“Anak anak SD ini bermain dengan menaruh jerami di belakang kendaraan lampu stop rem tapi lampunya tidak ada, lalu dibakar, setelah dibakar api membesar, anak anak ini lari takut cerita ke orang tua dan bus sudah terbakar,” imbuhnya.
Menurut Kapolres Blitar Kota, Kedua murid itu sempat memberitahu warga sekitar tentang peristiwa kebakaran bus berlogo banteng moncong putih itu. Pemadam Kebakaran Kota Blitar juga sempat dihubungi untuk memadamkan api.
Namun saat tiba di lokasi, api ternyata sudah padam dan seluruh badan bus telah hangus. Berbekal keterangan warga tersebut, Polres Blitar Kota menduga pelaku pembakaran bus adalah dua orang siswa SD tersebut.
“Itu masih dugaan ya dari keterangan ya memang anak kecil itu yang membakar bus,” papar Argo.
Untuk lebih memperjelas penyebab kebakaran kini polisi telah melakukan uji laboratorium forensik terhadap bangkai bus. Nantinya hasil uji Forensik itu akan dicocokkan dengan keterangan sejumlah saksi untuk memastikan apa penyebab terbakarnya bus berlogo PDI Perjuangan milik paguyuban Kawulo Alit Kota Blitar.
[berita-terkait number=”4″ tag=”bus-pdip-terbakar”]
Polres Blitar Kota pun masih mendalami semua kemungkinan apakah bus berlogo banteng moncong putih itu sengaja dibakar, atau murni kelalaian semata. Oleh karena olah TKP dan pengujian Forensik juga telah dilakukan untuk mengetahui secara pasti apa penyebab kebakaran dan siapa pelaku pembakaran.
“Kami tetap melakukan pemeriksaan tim identifikasi dari labfor, apa yang disampaikan saksi sama dengan hasil identifikasi olah TKP,”
Kini bangkai bus yang terbakar tersebut telah diberikan garis polisi. Bus berlogo PDI Perjuangan itu merupakan kendaraan milik paguyuban Kawulo Alit yang dulunya digunakan untuk mengantarkan para simpatisan partai pada jaman Ketua DPC PDIP Kota Blitar, Samanhudi Anwar. Namun kini bus tersebut tidak lagi digunakan dan hanya diparkirkan begitu saja di pekarangan rumah warga. [owi/but]






