Ponorogo (beritajatim.com) – Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko meninjau langsung longsornya talud sepanjang 30 meter di Dusun Sampung Lor Des/Kecamatan Sampung.
Akibat longsornya talud tersebut, sebagian badan jalan juga ikut amblas. Sehingga jalan tersebut tidak bisa dilalui oleh kendaraan roda empat. Bahkan tiga rumah warga setempat terancam amblas, sebab berada diatas lokasi talud yang longsor.
“Longsor disini sudah terjadi akhir bulan November lalu, kita lakukan peninjauan dan berusaha untuk mempercepat perbaikan untuk talud yang longsor ini,” kata Bupati Sugiri Sancoko, Kamis (15/12/2022).
Kang Giri sapaan karin Bupati Sugiri Sancoko pun juga memberikan bantuan berupa uang tunai dan material untuk perbaikan talud dan ruas jalan yang menghubungkan antar dusun tersebut. Material bangunan seperti semen dibawa orang nomor satu di bumi reog ini untuk mendorong perbaikan jalan yang mulanya adanya talud yang longsor itu.

Dengan bantuan itu, Sugiri ingin mendorong supaya warga bisa kerja bakti untuk perbaikan. Dirinya pun juga melibatkan personel dari BPBD Ponorogo untuk membantu, guna mempercepat perbaikan talud.
“Saya dan BPBD tadi sudah siapkan semen. Kita dorong warga untuk melakukan kerja bakti. Uang tunainya pun bisa dibelanjakan besi,” katanya.
Dia menambahkan bahwa percepatan perbaikan talud atau jalan ini, harus dilakukan bersama-sama. Mulai dari masyarakat, desa, kecamatan bahkan pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab). Jika nanti material kurang, bisa dineri bantuan lagi. Namun, yang tak kalah penting masyarakat harus komitmen untuk memperbaiki dengan gotong royong.
“Cepat dimulai kerja baktinya, supaya cepat diperbaiki juga,” pungkasnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”longsor-ponorogo”]
Sementara itu, Joko Purnomo salah satu warga setempat mengungkapkan bahwa longsornya talud ini sudah terjadi pada tanggal 30 November lalu. Sebelum longsor, tempat tersebut diguyur hujan selama kurang lebih 5 jam.
“Sebelum longsor terjadi, hujan mengguyur hingga 5 jam,” ungkap Joko.
Akibat longsornya talud tersebut, jalan tidak bisa dilewati kendaraan roda empat. Kendaraan roda empat harus memutar ratusan meter. Selain itu, tiga rumah warga yang berada di atas talud yang longsor terancam amblas, jika longsor susulan terjadi.
“Alhamdulillah Bapak Bupati memberikan bantuan, warga bersama-sama untuk gotong royong memperbaikinya,” pungkasnya. (end/ted)






