Surabaya (beritajatim.com) – Pemasangan proyek box culvert atau gorong-gorong di Jalan Pengenal, Kelurahan Bubutan, Kecamatan Bubutan menunai protes warga. Pasalnya, box culvert dibangun tanpa adanya penutup.
Kondisi itu dinilai membahayakan. Terlebih, jalan tersebut merupakan perkampungan dimana banyak anak kecil bermain di sekitar lokasi. Apalagi, dengan box culvert setinggi hampir 1.5 meter.
“Ini sangat berbahaya, apalagi ketika musim hujan arusnya kuat, air tinggi, saluran dengan kedalaman lebih 1 meter 50 centi ini sangat berbahaya untuk anak-anak,” kata warga Bubutan, Supariaji di lokasi, Kamis (8/12/2022).
Dari pantauan beritajatim.com dilapangan, box culvert sepanjang jalan Pengenal memang tak ada penutup, hanya beberapa karena sebagai akses. Beberapa box culvert masih terlihat berjajar di pinggir jalan Pengenal.
[berita-terkait number=”5″ tag=”box-culvert”]
Selain itu, juga tidak ada papan tentang proyek untuk mengetahui kontraktor, nilai proyek, durasi pengerjaan dan spesifikasi bangunan. Pembangunan pun terlihat asal-asalan. “Sudah dikerjakan dua bulanan, tapi ini sudah mangkrak ada lebih 2 minggu,” katanya.
Supariaji mengaku telah menanyakan perihal tutup box culvert tersebut kepada lurah setempat. Namun dia menilai alasan lurah mengecewakan, karena untuk menghindari pedagang kaki lima. Padahal menurutnya, itu adalah tupoksi Satpol PP.
“Saya ngomong ke pak lurah, kan minta tutup. Tapi pak lurah bilang kalau nggak ada tutupnya ya nggak ada tutupnya. Takutnya ditempatin orang warung atau kaki lima itu alasannya,” katanya.
Namun dia menyebut alasan tersebut tidak tepat karena pedagang kaki lima disekitar jalan Pengenal sudah tidak ada. “Tapi kalau warung-warung ya ndak lah pak, ndak ada yang disebelah sini itu. Ya cuman satu hanya warung warga kampung sana,” katanya.
Sama halnya Supariaji, Darmawan warga setempat menilai proyek box culvert tanpa penutup sangat berbahaya. Menurutnya, lurah dengan alasan agar tidak ditempati pedagang kaki lima mengabaikan keselamatan warga sekitar. “Sampean lihat mas, tingginya segitu. Bayangin aja kalau hujan, arusnya kuat. Saya aja klelep apalagi anak kecil tenggelam itu kalau sampai masuk,” kata Darmawan.
Dihubungi terpisah, Lurah Bubutan Iswan Arif menyebut progres pemasangan box culvert di Jalan Pengenal sudah selesai hanya tinggal finishing. “Saya pemasangan sudah selesai tinggal pembenahan-pembenahan sedikit,” katanya.
Disinggung pemasangan box culvert tanpa penutup dan alasannya kepada warga agar menghindari pedagang kaki lima, Iswan hanya berkelit bahwa belum membaca Rencana Anggaran Biaya (RAB). “Maaf saya ndak berani mendahuluhi sebelum baca RAB apa dalam perencanaan ada penutupnya apa tidak ini yang harus kita pelajari,” pungkasnya.[asg/kun]






