Bojonegoro (beritajatim.com) – Tanggul Penahan Tanah (TPT) Jembatan Jetak di Jalan Nasional Jurusan Bojonegoro-Cepu longsor dan membahayakan masyarakat yang melintas. Longsor tepatnya berada di sisi barat jembatan di Kelurahan Jetak, Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro.
Menurut Jono, warga yang tinggal dekat jembatan yang ada di Jalan MT Haryono itu, TPT di sekitar jembatan yang longsor sudah terjadi lama. Tingginya curah hujan beberapa waktu lalu membuat debit Kali Grogolan di bawah Jembatan Jetak fluktuatif, menyebabkan longsor susulan paling parah pada Sabtu (3/12/2022).
“Sebelum longsor, sungai Kali Grogolan yang ada di bawah jembatan meluap. Setelah surut TPT ikut longsor,” ujarnya, Selasa (6/12/2022).
Selain dipengaruhi debit sungai, longsor diduga juga terjadi akibat dampak pemasangan tiang pancang di sekitar jembatan. Longsor pada TPT jembatan itu selain membahayakan pengguna jalan, juga berdampak pada pipa PDAM.
“Karena tiang penyangga PDAM juga longsor dan rawan roboh,” jelasnya.
Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kabupaten Bojonegoro, Andik Sudjarwo mengatakan, untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan pada pengguna jalan yang melintas, pihaknya telah memasang pembatas jalan atau road barrier. Selain itu, juga telah berkoordinasi dengan pihak balai jalan nasional.
“Begitu mendapat laporan longsor, langsung menerjunkan personel untuk memasang rambu dan menutup longsoran dengan terpal agar tidak membahayakan pengguna jalan,” pungkasnya. [lus/beq]






