Magetan (beritajatim.com) – Penyebab kecelakaan bus pariwisata yang terjun ke jurang pinggir Jalan Tembus Sarangan-Tawangmangu, Kelurahan Sarangan, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur pada Minggu (4/12/2022) masih misteri.
Bus yang dikemudikan oleh almarhum Muhammad Barliyan (52) warga Kelurahan Kemijen, Kecamatan Semarang Timur itu sudah diperiksa Unit Traffic Accident Analysis (TAA) Subdit Gakkum Ditlantas Polda Jawa Timur, Senin (5/12/2022)
Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Jatim, AKBP Gathut Bowo Supriyono mengatakan selain memeriksa kondisi fisik bangkai bus milik PT Semeru Putra Transindo Semarang itu dan kondisi TKP, pihaknya masih menggali keterangan sejumlah saksi meski perlu menunggu saksi yang mayoritas masih mengalami luka dan trauma.
“Kami perlu meminta keterangan lebih lanjut dari para saksi. Karena sempat ada yang bilang kalau diduga rem blong, nah kami perlu pastikan. Dari keterangan para saksi ini apakah memang rem blong atau bagaimana, karena di TKP tidak kami temukan bekas pengereman,” kata Gathut, Senin (5/12/2022)
Sejauh ini, pihaknya masih menunggu kondisi saksi memungkjnkan untuk memberikan keterangan. Karena, saksi kunci kecelakaan yakni sang sopir, Muhammad Barliyan sudah meninggal dunia karena terjepit bodi bus.
Sehingga, pihaknya perlu meminta keterangan dari para penumpang yang saat ini masih menjalani perawatan dan pemulihan.
“Masih kami gali keterangan dari para saksi. Dari jarak berapa diketahui atau mulai tahu kalau rem blong. Dan kejadiannya bagaimana sesaat sebelum kecelakaan,” lanjut Gathut.
Saat ini, pihaknya sudah melakukan olah TKP dengan membawa peralatan 3D Scanner untuk mengamati kondisi jalan di dekat TKP dan bangkai bus. Hasil pemantauan bakal di data dan kemudian akan disimpulkan penyebab kecelakaan.
Diketahui, sebuah bus pariwisata mengangkut 52 orang terjun ke jurang di pinggir jalan Raya Sarangan-Tawangmangu atau jalan tembus Cemoro Sewu-Sarangan tepatnya di atas Wisata Lawu Green Forest (LGF) Kelurahan Sarangan, Plaosan, Magetan, Jawa Timur, Minggu (4/12/2022) pukul 11.00 WIB.
[berita-terkait number=”3″ tag=”bus-terjun-jurang-plaosan-magetan”]
Bus bernopol H 1470 AG itu terjun ke jurang sedalam 30 meter usai menghantam guardrail atau pembatas jalan hingga rusak.
Diduga, bus pariwisata tersebut mengalami gangguan fungsi rem. Mesin bus dalam kondisi mati sebelum akhirnya menabrak guardrail atau pembatas jalan hingga akhirnya jatuh ke jurang sedalam 30 meter.
Total ada 7 orang meninggal dunia termasuk sang pengemudi bus. Jenazah sudah dipulangkan ke Kota Semarang pada Minggu (4/13/2022) pukul 19.30 WIB.
Kemudian, 31 korban dinyatakan luka-luka. Semua korban luka sudah diantar untuk sebagian pulang dan dialih rawat di RSUD Wongsonegoro Semarang, pada Senin (5/12/2022) pukul 14.12 WIB. [fiq/beq]






