Jember (beritajatim.com) – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komisaris Jenderal Polisi Boy Rafli Amar meresmikan Warung NKRI (Wadah Akur Rukun Usaha Nurani Gelorakan Negara Kesatuan Republik Indonesia) ke-16 di Kabupaten Jember, Jawa Timur.
Peresmian dilakukan di City Forest, Kecamatan Sumbersari, Minggu (4/12/2022), bekerjasama dengan Pramuka Jawa Timur. “Warung NKRI ke-15 di Jakarta. Insya Allah Warung NKRI ke-17 di Surabaya,” kata Boy kepada wartawan.
“Tentu yang terpenting bagi kita adalah dalam kaitan memitigasi potensi intoleransi, radikalisme, terorisme, kita harus membuka ruang dialog dengan masyarakat luas. Dialog ini tentunya menjadi sarana edukasi, sosialisasi, membangun kebersamaan persepsi terhadap segala sesuatu yang membahayakan bangsa kita,” kata Boy.
Boy mengingatkan, bangsa Indonesia tidak hidup di ruang hampa. “Tapi ruang yang dipenuhi dengan berbagai penetrasi nilai-nilai yang belum tentu sejalan dengan nilai-nilai luhur bangsa kita. Oleh karena itu ruang-ruang dialog kebangsaan dengan konsep Warung NKRI menjadi sarana kita untuk saling mengingatkan, saling menguatkan,” katanya.
Warung NKRI sebagai bentuk penguatan ini melibatkan semua kalangan mulai dari pemerintahan, akademisi, hingga dunia usaha, untuk melihat potensi bahaya dan ancaman intoleransi, radikalisme, dan terorisme. “Apalagi kita menyadari ke depan tantangan bangsa kita tidak semakin ringan. Ada niat yang tidak baik dari pihak-pihak tertentu untuk menimbulkan suasana ketidaknyamanan di tengah masyarakat, dengan karakter-karakter intoleran,” kata Boy.
Menurut Boy, intoleransi bukan karakter bangsa Indonesia. “Kita diwarisi karakter-karakter bertoleransi, karakter-karakter yang membangun semangat persatuan dan kesatuan, yang harus kita selalu ingatkan kepada seluruh elemen masyarakat. Sama-sama kita rawat dan jaga keberagamanan dalam masyarakat kita,” katanya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”bnpt”]
Pembinaan terhadap generasi muda harus dilakukan. “Tidak mungkin anak muda kita dibina bangsa lain. Anak muda Indonesia harus dibina bangsa kita sendiri, yang memahami karakter-karakter nilai-nilai perjuangan, nilai-nilai kepahlawanan yang diwariskan oleh para leluhur kepada kita semua,” kata Boy. Dengan karakter yang terbina, ketahanan bangsa Indonesia akan semakin kuat.
BNPT selalu membuat narasi Warung NKRI untuk mengingatkan kepada semua pihak. “Ini kegiatan mitigasi, kegiatan di tingkat hulu. Kita perlu membangun kesadaran warga negara. Public awareness. Dengan semua narasi-narasi yang kita bangun, kita harapkan jadi pengingat kepada siapa saja agar tidak berdiam diri, ketika ada musuh-musuh bangsa, musuh-musuh masyarakat, kita antisipasi,” kata Boy.
“Mengantisipasinya tidak dengan cara-cara yang destruktif, tidak dengan cara-cara main hakim sendiri. Tapi ruang dialog kita buka. Kita sama-sama menyampaikan gagasan-gagasan pikiran, kita sama-sama menyampaikan kepada semua pihak mana yang baik dan mana yang buruk untuk bangsa kita,” kata Boy. [wir/suf]






