Magetan (beritajatim.com) – Rentetan sejarah kolonial Belanda, rupanya juga sampai di Sarangan. Terdapat prasasti berbahasa Indonesia dan berbahasa Jerman yang menerangkan kalau sempat ada sekolah orang – orang Jerman di Sarangan. Pun, prasasti itu terletak di pembatas telaga Sarangan.
“Memang ada hubungan diplomatic antara Jepang dan Jerman saat itu,” ungkap Septian Dwita Kharisma, Ketua Komunitas Pegiat Sejarah Historia Van Madiun (HvM), Sabtu (3/11/2022).
Dalam prasasti itu bertuliskan Dalam Persahabatan Jerman Indonesia sebagai kenang – kenangan akan sekolah Jerman dan Para Ibu Jerman beserta anak – anaknya yang pernah tinggal di Sarangan di masa kesukaran tahun 1943 – 1949. Berlanjut dengan tulisan berbahasa Jerman yang kurang lebih artinya sama dengan yang berbahasa Indonesia.
“In Erinnerung an die Deutsche Schule und die Mutter mit ihren kindern, di in der Schweren Zeit hier in Sarangan gewohnt haben.”
[berita-terkait number=”5″ tag=”prasasti”]
Prasasti itu terletak di dekat pintu air sebelah utara dan hanya berukuran 25 cm x 15 cm yang diukir. Menurut Iyan –sapaan akrab- Septian Dwita Kharisma, saat itu sekolah hanya diperuntukkan bagi warga negara Jerman saja.
Menurut yang tertulis di Prasasti, sekolah itu diresmikan tahun 1943 dan berakhir pada 1949. Terhitung hanya dalam kurun waktu 6 tahun saja sekolah itu dibuka. Dia menyebut itu sesuai dengan kondisi politik di Indonesia. “Karena 1949, setelah agresi militer belanda II, semua orang Eropa, termasuk Jerman dipulangkan,” katanya.
Hal itu, menjadi masuk akal ketika sekolah itu pun akhirnya ditutup. Menurut koran saat itu terbit yakni Djawa Baroe Edisi 15 Mei 1943 yang saat itu adalah media propaganda militer Jepang pada tahun 1943 membuka sekolah Jerman di Sarangan.
Tanggalnya memang bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Adolf Hitler. Sekolah itu ada 3 tingkatan yakni Sekolah Rakyat (setara SD), Sekolah Menengah Pertama, dan Sekolah Menengah Tinggi (SMA). “Mulai ada kegiatan belajar mengajar pada Mei 1943,” katanya.
Rekan Iyan yang sesama pegiat sejarah di Magetan mengungkapkan kalau memang belum ada titik terang terkait lokasi pasti di mana bangunan sekolah Jerman. Sumber yang dia dapat menyebut kalau bangunan tersebut berada di atas Telaga Sarangan. Jaraknya sekitar 500 meter dari telaga. Namun, kini bangunan tersebut memang sudah dihancurkan. “Tidak dirawat oleh salah satu keturunan dari yang dulu pernah tinggal di sini,” katanya.
Tahun-tahun sebelumnya memang masih ada warga Jerman yang menyambangi kawasan itu untuk berkunjung. Sayangnya, dia pun memang belum pernah bertemu langsung. Namun, ada salah satu kenalannya yang kebetulan dekat dengan salah seorang warga Jerman yang kerap berkunjung ke Magetan itu. “Kemungkinan beliau juga yang meletakkan prasasti sekolah jerman di pagar telaga,” katanya. (fiq/kun)






