Banyuwangi (beritajatim.com) – Banjir melanda Banyuwangi, beberapa hari lalu. Sejumlah titik di Kecamatan Kota Banyuwangi terendam air banjir. Banjir luapan Sungai Kali Lo membuat daerah di bantaran sungai terdampak. Puluhan rumah terendam dan sedikitnya dua rumah warga rusak dan hanyut.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, dampak banjir paling banyak dirasakan warga adalah korban materiil. Karena otomatis, beberapa rumah rusak, barang elektronik rusak dan motor warga juga nyaris rusak. Karena saat peristiwa terjadi warga tak sempat menyematkan barang.
Meski dampak banjir banyak dirasa negatif bagi warga, namun sebagian justru menerima dampak positif. Salah satunya bengkel motor di beberapa titik di Kota Banyuwangi. Ardi misalnya. Dia membuka bengkel motor di Jl. KH Agus Salim, Kebalenan, Banyuwangi.
[berita-terkait number=”5″ tag=”banjir-banyuwangi”]
Dua hari terakhir bengkelnya banyak didatangi warga dengan keluhan motor mogok. Penyebabnya karena motor tersebut terendam banjir atau memaksa melewati genangan air saat banjir terjadi. Tak hanya itu, selain warga mendatangi bengkel ada juga sebagian yang justru menghubungi lokasi motor warga karena saat bersamaan dalam kondisi mogok.
“Kerusakannnya ringan kemasukan air. Perbaikan hanya pada karburator dan busi. Namun ada beberapa kendaraan roda empat yang kerusakannya fatal karena mesinnya kemasukan air. Penanganannya harus turun mesin, kemarin ga bisa jalan sama sekali dan harus diderek,” ujarnya.
Hal ini menjadi peluang dan mendatangkan untung pasca banjir terjadi. Karena, otomatis jasa meningkat dan pundi-pundi ongkos juga bertambah. “Kalau dihitung estimasi mencapai Rp 5 juta. Terparah ya kendaran roda empat itu karena harus ganti komponen,” ujarnya. (rin/kun)






