Jember (beritajatim.com) – Gian Ewaldo Majdid dan M. Farhan Nanda Saputra, mahasiswa Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik (FT) Universitas Jember, di Kabupaten Jember, Jawa Timur, merancang rumah dan gedung tahan gempa.
Mereka mengembangkan model gedung hunian delapan lantai tahan gempa yang disebut Graha Metroplex. “Kami mencoba mendesain Graha Meroplex menggunakan struktur baja dengan Sistem Pemikul Rangka Momen Menengah (SPRMM),” kata Gian, sebagaimana dilansir Humas Unej, Rabu (30/11/2022).
Menurut Gian, dengan menggunakan SPRMM, kolom baja yang digunakan akan dibentuk seperti huruf H yang dipasangkan dengan balok baja berbentuk huruf L. “Keduanya menjadi struktur utama gedung yang didesain sebagai gedung hunian dengan delapan lantai,” jelasnya.
Model gedung hunian tahan gempa harus memperhatikan beberapa hal. Bentuk gedung harus sederhana dan simetris. Selain itu bobot struktur penyangga gedungnya seringan mungkin dengan desain sambungan antar elemen struktur yang baik.
Dengan demikian, saat gempa terjadi, lanjut Gian, gedung tersebut akan tetap mampu berdiri kokoh. Struktur penyangga dan sambungannya menjadi andalan untuk menghasilkan kinerja struktur yang baik dan tidak mengalami degradasi kekakuan atau bahkan keruntuhan.
Gian dan Farhan sudah mencoba model ini dalam Kompetisi Bangunan Gedung Indonesia (KBGI) XIII tahun 2022 di Universitas Tarumanagara, Jakarta Barat, 20 November 2022 lalu. Mereka menyabet juara ketiga untuk kategori model gedung dengan struktur baja. Mereka berhasil merakit model gedung tahan gempa dalam waktu 161 menit fengan berat model sekitar 4,4 kilogram.
[berita-terkait number=”4″ tag=”universitas-jember”]
Model Graha Metroplex mampu melewati masa pengujian, dengan diberi beban berupa besi seberat satu kilogram di tiap lantainya sembari digoyang dengan alat bernama table shaking. Situasi diciptakan semirip mungkin dengan gedung yang digoncang gempa bumi selama lima menit. Setiap menitnya fase guncangan ditingkatkan dari fase 1,5 Hertz hingga 5,5 Hertz dengan amplitudo konstan sebesar 10 milimeter ke depan dan ke belakang.
“Kami berharap desain model gedung Graha Metroplex nanti bisa menjadi sumbangan nyata bagi mitigasi bencana gempa bumi di nusantara sehingga meminimalkan korban jiwa maupun luka,” kata Gian. [wir/but]





