Malang (beritajatim.com) – Sejumlah murid sekolah dasar dan taman kanak-kanak, korban banjir bandang di Desa Lebakharjo, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang, kembali ceria dan tertawa usai mengalami trauma bencana banjir bandang, 18 Oktober 2022 lalu.
Yayasan Dongeng Kepompong Indonesia, Palang Merah Indonesia (PMI), Korps Sukarela Palang Merah Indonesia (KSR-PMI) Unit Kecamatan Turen, memberikan dongeng sebagai upaya penyembuhan pascatrauma atau trauma healing. “Dongeng bisa menjadi salah satu cara untuk trauma healing bagi anak-anak pasca bencana,” ungkap pendongeng dari Yayasan Dongeng Kepompong Indonesia, Yudi Agus Priyanto Langga, Senin (28/11/2022).
Kata Yudi, saat bencana, biasanya anak-anak mengalami kecemasan dan ketakutan. Sehingga perlu proses pemulihan atau penyembuhan. Agar mereka kembali ceria, tertatawa dan bergembira layaknya anak-anak. Selain itu, Yudi juga menyisipkan cerita mengenai mitigasi bencana alam.
Terutama banjir dan tanah longsor yang berpotensi terjadi di daerahnya. Para siswa antusias, mereka menikmati cerita dan pesan yang disampaikan dalam dogeng dengan media boneka tersebut. “Anak-anak juga harus berlatih apa yang dilakukan jika terjadi bencana, kemana harus menyelamatkan diri,” kata Yudi.
Yayasan Dongeng Kepompong Indonesia juga menyalurkan 62 paket perlengkapan sekolah untuk siswa Sekolah Dasar (SD) terdiri atas tas, buku, dan pensil. Sebanyak 20 paket serupa juga diberikan kepada siswa Taman Kanak-Kanak (TK). Selain itu, juga dibagikan 200-an paket kudapan untuk para siswa. “Kami salurkan juga 15 paket sembako untuk guru SD dan TK di Lebakharjo,” ujar Yudi.
Bantuan paket perlengkapan sekolah, sembako dan kudapan tersebut berasal dari sumbangan siswa TK dan SD di Turen dan sekitarnya. Mereka menggalang bantuan anak-anak korban bencana banjir Malang Selatan melalui dongeng selama sebulan lebih. Hasilnya, terkumpul dana bantuan sebanyak Rp 13 juta dan kudapan.
[berita-terkait number=”3″ tag=”banjir-malang”]
Sumbangan tersebut khusus disalurkan kepada anak-anak, lantaran mereka sangat membutuhkan bantuan. Selain itu, juga memicu anak-anak agar semangat belajar dan menempuh pendidikan hingga jenjang pendidikan tinggi. “Wah…. senang sekali dapat tas baru,” kata salah satu siswa SDN Lebakharjo.
Anak-anak mengaku senang dan menikmati dongeng dari Yayasan Dongeng Kepompong Indonesia. Mereka juga mengaku tetap semangat belajar dan bersekolah. “Semangat dan senang ada dongeng,” ujar siswa.
Sementara itu, Kepala SDN Lebakharjo 2, Hery Purwaningsih menyampaikan, kegiatan dongeng turut memompa semangat siswa untuk sekolah. Selain itu, dongeng juga disisipi pesan mengenai usaha mitigasi bencana alam seperti banjir dan tanah longsor. “Terima kasih telah membantu pake perlengkapan sekolah dan menyuntikkan semangat agar tetap belajar dan bersekolah,” ucap Purwaningsih.
Banjir menerjang 12 desa yang tersebar di delapan kecamatan d Kabupaten Malang pada 18 Oktober 2022. Banjir merendam ribuan rumah dan ratusan jiwa mengungsi. Tak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Banjir dan tanah longsor menerjang Desa Lebakharjo, Kecamatan Ampelgading, Desa Sitiarjo (Kecamatan Sumber Manjing Wetan), Desa Pujiharjo dan Purwodadi (Kecamatan Tirtoyudo), Desa Bandung Rejo (Kecamatan Bantur), serta Desa Srimulyo dan Sukodono (Kecamatan Dampit).
Kemudian, Desa Sumberoto (Kecamatan Donomulyo), Desa Gajahrejo dan Sidodadi (Kecamatan Gedangan), serta Desa Sumbemanjingkulon dan Pandanrejo, Kecamatan Pagak. [yog/suf]







