Mojokerto (beritajatim.com) – Berbagai cara dilakukan untuk menggugah simpati masyarakat terhadap para korban bencana. Seperti yang dilakukan Karang Taruna (Kartar) Kota Mojokerto bersama Komunitas Kapster Mojopahit dan Tagana Kota Mojokerto ini.
Mereka menggelar acara ‘Cukur Sambil Beramal’ di Alun-alun Kota Mojokerto. Acara ini untuk mengumpulkan donasi yang akan disumbangkan kepada para korban gempa Cianjur, Jawa Barat.
Dalam acara ini, masyarakat yang ingin potong rambut (cukur) tidak dipungut biaya namun memberikan donasi seikhlasnya. Hasil donasi yang terkumpul akan diserahkan ke Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Jatim untuk disalurkan ke korban gempa Cianjur.
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengapresiasi komunitas anak muda di Kota Mojokerto ini karena telah menginisiasi kegiatan beramal dengan cara unik.
“Saya sangat mengapresiasi komunitas barbershop bisa menginisiasi kegiatan beramal melalui keahlianya yaitu mencukur rambut. Semoga ini menjadi motivasi bagi komunitas-komunitas lain untuk meningkatkan kepedulian terhadap sesama kita yang sedang tertimpa musibah,” ungkapnya.
Atas nama Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto, Ning Ita menyampaikan turut berduka cita terhadap seluruh korban bencana gempa bumi Cianjur yang terjadi beberapa waktu lalu. Dia mengajak masyarakat untuk turut berpartisipasi.
“Saya mengajak seluruh masyarakat untuk berempati sekecil apapun yang kita miliki. Meskipun tidak dalam bentuk materi, kita juga bisa membantu dalam bentuk tenaga ataupun doa dalam rangka saling menguatkan,” imbuhnya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”gempa-bumi-cianjur”]
Ketua Kartar Kota Mojokerto, Septafi Wisudana menjelaskan, ide awal galang dana dengan cara unik ini berawal dari ide Komunitas Kapster Mojopahit yang ingin mendonasikan kemampuan dan tenaga mereka dalam mencukur rambut.
“Karena donasi tidak hanya uang, tapi tenaga mereka. Mereka banyak berdaya guna, dan bekerjasama dengan karang taruna. Ada 50 an kapster, target kita sebanyak-banyaknya. Nanti langsung uang tunai saja. Lewat Tagana Dinsos Kota Mojokerto ke Dinsos Provinsi Jatim,” pungkasnya.
Total ada 50 kapster yang bergabung dalam aksi amal kemanusiaan kali ini. Mereka berasal dari Kota dan Kabupaten Mojokerto, Jombang, Sidoarjo, hingga Solo. [tin/beq]






