Jember (beritajatim.com) – Turnamen sepak bola amputasi Piala Menpora akhirnya dijuarai Persaj Jakarta yang mengalahkan Perss Surabaya 8-1 di babak final. Namun Persatuan Sepak Bola Indonesia Djember (Persaid) Kabupaten Jember berhasil menembus tiga besar.
Persaid mengalahkan sesama tim dari Jawa Timur, Persatuan Sepak Bola Amputasi Malang (Persama), dengan skor 5-0 (1-0). Lima gol Persaid dicetak Mohammad Lukiyono pada menit pertama dan 38, Muhammad Shiddiq Bahiri pada menit 43, Abdurrohman pada menit 46, dan Muhammad Havid pada menit 48. Dari empat pencetak gol itu, Abdurrahman adalah pencetak gol tertua. Usianya 50 tahun.
Pertandingan berjalan ketat. Beberapa kali terjadi benturan antarpemain yang membuat tim kesehatan masuk untuk memberikan perawatan. Namun Persaid unggul segalanya. Anak-anak Jember bermain rileks dan lebih menikmati pertandingan. Sepanjang pertandingan dua kali 25 menit Persaid terus menggempur pertahanan Malang.
[berita-terkait number=”5″ tag=”persaid”]
“Koordinasi antarlini pemain Persama masih kurang. Mereka tidak punya pelatih. Tapi mereka punya pemain yang memiliki kecepatan dan tendangan yang bagus,” kata Agus Sabirin, Ketua Persatuan Sepak Bola Amputasi Indonesia (PSAI) Jember.
Pelatih Persaid Rixhi Saputra mengakui anak-anak asuhnya diuntungkan dengan absennya dua pemain lawan yang cedera saat pertandingan semifinal melawan Persatuan Sepak Bola Amputasi Surabaya (Persas).
Persaid sendiri bukannya tanpa celah. Bermain hingga babak adu penalti pada semifinal melawan Persaj Jakarta kemarin membuat stamina anak-anak Jember terkuras. “Kami perlu menambah porsi latihan ke depan,” kata Agus.
Sementara Rixhi berharap Persaid segera memiliki tongkat khusus sepak bola amputasi yang terstandar baik. Selain itu, kedalaman tim juga perlu dibenahi agar kualitas pemain cadangan dan inti tak terlampau jauh. “Kami juga perlu memperbaiki ketahanan fisik pemain,” katanya.
Agus dan Rixhi menilai keberhasilan menembus tiga besar adalah capaian bagus di tengah minimnya dukungan dana dari pemerintah daerah. “Ke depan agenda kami adalah mempersiapkan pemain agar lebih baik lagi,” kata Agus. Dia berharap dukungan pemerintah daerah benar-benar terealisasi.
“Kami kurang beruntung saat adu penalti di semifinal. Tapi capaian ini luar biasa mengingat proses Persaid mengikuti piala Menpora penuh perjuangan, dengan minimnya dukungan dari Pemerintah Kabupaten,” tambah Rixhi.
“Kami akan tetap berlatih rutin membenahi apa yang menjadi kekurangan tim, termasuk dari pengelolaan anggaran.Kami akan mempersiapkan tim mengikuti even sepakbola amputasi Jawa timur Cup I pada Februari 2023. Mei kemungkinan akan dilaksanakan Piala Presiden,” kata Rixhi. [wir]






