Blitar (beritajatim.com) – Partai Keadilan Sejahtera PKS kembali menggelar lomba baca kitab kuning untuk para santri. Untuk Wilayah Karisidenan Kediri, kegiatan lomba baca kitab kuning ini akan dilaksanakan pada tanggal 2 Desember 2022 mendatang di Kota Blitar dengan total hadiah puluhan juta rupiah.
Anggota DPRD Kota Blitar Fraksi PKS, Laily Khurniawati, kegiatan lomba baca kitab kuning ini merupakan yang ke 6 kalinya. Kegiatan ini bertujuan untuk mencari bibit-bibit ulama yang ada di Karisidenan Kediri.
“Ini yang ke 6 kalinya ya mas, jadi lomba ini kami tujukan kepada para santri yang ada di wilayah karisidenan Kediri, nanti pelaksanaannya di Kota Blitar” Anggota DPRD Kota Blitar Fraksi PKS, Laily Khurniawati, Selasa (22/11/2022).
Pendaftaran lomba baca kitab kuning ini akan ditutup tanggal 30 November 2022 mendatang. Para santri dari berbagai pondok pesantren mulai dari Kediri, Tulungagung, Kota Blitar, Hingga Kabupaten Blitar pun dipersilahkan untuk segera melakukan pendaftaran.
Adapun persyaratan yang ditentukan oleh panitia lomba baca kitab kuning adalah sebagai berikut
1. Warga Negara Indonesia
2. Berusia 17 hingga 25 tahun.
3. Memperoleh surat rekomendasi dari pondok pesantren
4. Pendidikan minimal SMA atau sederajat
5. Belum pernah menjuarai lomba yang sama.
Laily menambahkan bahwa kitab yang akan dilombakan merupakan kitab Fathul Mu’in. Nantinya para peserta akan dilakukan tes membaca secara acak. Juri dalam perlombaan ini juga merupakan para kyai dari pondok pesantren di Wilayah Karisidenan Kediri, seperti Pondok Pesantren Lirboyo.
[berita-terkait number=”5″ tag=”blitar”]
“Lombanya nanti para santri akan dites membaca kitab secara acak lha jurinya para kyai dari berbagai ponpes seperti Lirboyo” imbuhnya.
Acara lomba ini pun bentuk apresiasi untuk para santri yang selama ini masih tekun untuk belajar kitab gundul atau kitab kuning. PKS sendiri telah menyiapkan hadiah 10 Juta rupiah untuk juara satu.
Sementara untuk juara dua akan memperoleh yang tunai Rp7,5 juta. Sedang untuk juara 3 akan memperoleh uang Rp5 juta.
“Ini bentuk apresiasi bagi santri yang selalu rutin belajar kitab kuning” pungkasnya
Nantinya juara lomba baca kitab kuning tingkat karisidenan Kediri akan dilakukan pembinaan untuk maju ditingkat provinsi. [owi/beq]






