Blitar (beritajatim.com) – Kota Blitar menyimpan banyak sejarah, mulai dari sejarah perjuangan kemerdekaan seperti Bung Karno dan pemberontakan Peta hingga sejarah kuliner Es nya. Sama seperti sejarah kemerdekaan, beberapa kuliner Es dari Kota Blitar juga telah memiliki usia hingga puluhan tahun.
Meski demikian Kuliner Es tersebut tetap jadi idola dan buruan warga hingga sekarang. Berikut 3 Es Khas Blitar yang Dijamin Bikin kamu Nostalgia dengan masa lalu.
1. Es Drop
Es Drop merupakan kuliner pelepas dahaga khas Kota Blitar yang sudah ada sejak 1937 lalu. Es drop ini berbentuk seperti es lilin yakni lonjong memanjang dengan stok sebagai pegangannya.
Meski begitu es drop ini berbeda dengan es lilin pada umumnya. Es drop menggunakan bahan baku utama santan kelapa dan bukan susu atau krim.
Untuk pemanisnya es drop ini menggunakan bahan alami yakni gula. Karena menggunakan bahan baku santan dan gula alami, es drop ini memiliki rasa yang sedikit gurih dan manis.
Kini seiring dengan perkembangan zaman es drop memiliki berbagai varian rasa mulai dari rasa coklat, kacang hijau, stroberi dan lain-lain. Namun begitu, kualitas rasa dari es drop ini masih sama.
Kuliner Legendaris ini pun kini masih banyak dijumpai di kota Blitar. Harga es drop sendiri kini telah meningkat menjadi Rp3.500 per batangnya. Harga itu jauh lebih mahal dari zaman dulu, dimana es drop bisa dinikmati dengan uang Rp25 saja.
Nah bagi anda yang ingin bernostalgia dengan masa kecilnya, es Drop jadi salah satu pilihan yang patut dicoba.
2. Es Pleret
Es Pleret merupakan salah satu kuliner legendaris khas Blitar yang sudah ada sejak tahun 80 an. Dinamakan es pleret karena dalam proses pembuatannya minuman ini menggunakan teknik pleret atau ditekan hingga membentuk seperti bulatan.
Es pleret sendiri merupakan minuman jadul yang berisi santan kepala, gula merah, serta tepung beras yang sudah diolah sedemikian rupa dengan teknik pleret hingga membentuk bulatan bulatan halus, yang kemudian ditambah dengan es batu.
Teknik penyajian dari es pleret ini juga cukup unik yakni pleret dimasukkan ke dalam gelas kemudian ditekan tekan dengan menggunakan sendok barulah bulan tepung beras tersebut diberi gula Jawa cair kemudian disiram dengan kuah santan dan cendol, kemudian ditambahkan es batu.
[berita-terkait number=”5″ tag=”Blitar”]
Rasa dari es pleret ini yakni manis, gurih serta segar. Meski legendaris namun harga seporsi es pleret ini cukup ramah dikantong yakni Rp5.000 per porsinya.
Es pleret ini juga masih eksis hingga sekarang, di Kota Blitar sendiri kuliner ini masih banyak dijumpai terutama di sekitaran alun-alun kota Blitar.
3. Es Mini
Dinamakan es mini karena dulunya letak warung es ini yang sempit atau kecil. Sementara untuk menu utamanya yakni es campur.
Warung es mini sudah ada sejak tahun 1975 dan diklaim sebagai salah satu warung es buah pertama di kota Blitar. Kekuatan es campur mini ini berada di isiannya yakni es buah segar yang dipadu dengan puding serta nata de coco dan dawet.
Rasa segar buah dipadu dengan gurihnya dawet serta ditambah tekstur kenyal dari nata de Coco membuat kuliner ini memiliki sensasi rasa tersendiri. Hal itulah yang membuat es campur mini ini tetap jadi pilihan warga meski sudah berusia puluhan tahun lamanya.
Warung es campur mini ini berada di Jalan Dr. Wahidin Nomor 14 Kota Blitar. Harga seporsi Es Campur Mini ini juga bervariasi mulai dari Rp9.000 hingga Rp15 ribu tergantung isiannya.
Itulah 3 Es Khas Blitar yang wajib anda coba dan dijamin akan membuat setiap orang yang menyantapnya bernostalgia dengan masa kecilnya. [owi/beq]









