Surabaya (beritajatim.com) – Dua patung macan di area Krematorium Eka Praya, Jalan Kembang Kuning, tiba-tiba menghilang Kamis (10/11/2022) lalu. Setelah ditelusuri, dua patung yang diklaim punya nilai sejarah tersebut digondol oleh komplotan pencuri menggunakan mobil pikap. Aksi mereka diketahui usai petugas memeriksa rekaman CCTV.
Dandut, salah satu petugas mengatakan jika aksi para bandit berjumlah 7 orang tersebut terekam CCTV. Komplotan tersebut masuk ketika kondisi hujan lebat sedang mengguyur kawasan Surabaya.
“Terekam CCTV pelaku tujuh orang naik pikap warna hitam masuk pada Kamis (10/11/2022) sekitar pukul 00.30, gemboknya dijebol mas,” ungkap Dandut, Senin (14/11/2022).
Setelah berhasil, para pelaku naik pikap langsung menuju tempat krematorium. Selanjutnya, mereka mencuri dua patung yang berada di samping tempat persembayangan dan mengangkutnya ke pikap. Kejadian tersebut baru diketahui oleh petugas pada pukul 08.00 WIB pagi harinya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”pencurian”]
Sementara itu, Mulyono, penjaga Krematorium Eka Praya mengungkapkan, saat kejadian pintu pagar sudah digembok dan kondisi pada malam itu hujan deras, sehingga tidak ada yang mengetahui ketika pelaku datang bawa pikap.
“Saya saja tidak dengar saat pelaku datang. Tetangga kos di depan rumah saya di malam kejadian sedang tidur di luar juga tidak dengar apa-apa,” jelas Mulyono.
Menurut kepercayaan mereka, patung macan yang dicuri komplotan pencuri mempunyai nilai sejarah tinggi dan sebagai penjaga di area Krematorium. Dan sudah lama tertancap di lokasi. “Entah buat apa sama pelaku, dijual atau apa saya kurang tahu. Menurut kepercayaan, patung macan itu sebagai penjaga dan punya nilai sejarah tinggi,” ungkap Mulyono.
Terpisah, Kapolsek Sawahan Kompol Risky Fardian membenarkan Menurut Risky, penyelidikan sudah dilakukan. Namun hingga hari ini perlaku belum teridentifikasi. “Dugaan kami yang mencuri orang-orang yang paham wilayah situ dan paham soal patung tersebut,” terangnya. (ang/kun)






