Malang(beritajatim.com) – Aremania melakukan demonstrasi secara kolosal menuntut keadilan dalam Tragedi Kanjuruhan. Unjuk rasa dilakukan oleh Aremania dengan membawa 135 keranda mayat beserta foto korban Tragedi Kanjuruhan.
Di sela-sela unjuk rasa. Demonstran juga melakukan aksi teatrikal. Mereka membuat teatrikal menggambarkan tindakan represif polisi dengan menembakan gas air mata. Aremania yang menghirup gas air mata langsung terkapar hingga mendapat pertolongan tim medis.
Pemeran Maskot Singa, Kukuh Sanyoto disela-sela demonstrasi menuturkan, Teatrikal ini sebagai simbol Tragedi Kanjuruhan yang sangat memilukan. Sebanyak 135 Aremania dan Aremanita meninggal dunia. Dan sekitar 600 lebih mengalami luka-luka.
“Maksud kami, jangan tembakkan gas air mata ke tribun. Kan banyak anak-anak dan perempuan yang rentan. Teatrikal ini sebagai simbol Tragedi Kanjuruhan. Makanya tadi ada yang diinjak-injak juga,” kata Kukuh, Kamis, (10/11/2022).
[berita-terkait number=”4″ tag=”aremania”]
Kukuh mengatakan bahwa saat Tragedi Kanjuruhan terjadi dia berada di Stadion Kanjuruhan. Dia menjadi saksi atas kebrutalan aparat keamanan dalam menghalau Aremania yang turun ke lapangan. Sebab, tembakan gas air mata justru diarahkan ke tribun.
“Kami merasakan rasa sakit yang dirasakan para korban. Makanya kami dari Aremania tergerak mencari keadialan. Kami berharap ada setitik keadilan bagi para korban. Tersangkanya itu-itu aja. Padahal yang nembak kelihatan. Tentu ada pemimpinnya. Itu harus diadili juga, hukum jangan tumpul ke atas,” tandas Kukuh. (luc/ted)






