- Surabaya (beritajatim.com) – Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto menegaskan, bahwa Pilpres bukan masalah jatah menjatah.
“Konteksnya diawali pidato Pak Harry Tanoe (HT) kepada Pak Jokowi yang bertanya bisa menang terus resepnya bagaimana Kemudian Pak Jokowi menjawab bahwa semua pemimpin Parpol pentingnya saling memuji, jangan sampai memiliki dampak negatif, ‘kata Hasto kepada wartawan di Viaduck Surabaya, Rabu (9/11/2022).
Hasto beranggapan pernyataan Presiden tersebut adalah pujian untuk Prabowo Subianto yang akan maju di Pilpres 2024.
“Pemilihan Presiden itu bukan jatah menjatah, semua melalui proses pemilu,” imbuh Hasto menanggapi pernyataan presiden.
Mengenai Pilgub Jatim 2024, siapa calon yang diusung PDIP? “Gubernur masih lama. Kita beri apresiasi kepada Bu Gubernur Khofifah atas kepemimpinannya dan kerja samanya dengan PDIP. Beliau Ketua Umum Muslimat NU. Nahdliyin saudara tua PDIP. Tahun lahirnya 1926 untuk NU, PNI pada 1927. Yang penting Jatim ini maju. Komitmen kepada wong cilik dan marhaen yang penting berjalan dengan baik,” jelasnya.
Diberitakan sebelumnya, pernyataan Presiden Jokowi tersebut saat dirinya memberikan sambutan di acara HUT Perindo di iNews Tower, Jakarta Pusat, Senin (7/11/2022). Jokowi awalnya mengenang masa pemilihan Wali Kota Solo hingga Gubernur DKI Jakarta.
“Saya ini dua kali wali kota di Solo menang, kemudian ditarik ke Jakarta, gubernur sekali menang,” kata Jokowi.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pilpres-2024″]
Jokowi kemudian diusung untuk maju pilpres dan dua kali berhasil memenangkan kontestasi politik tersebut. Dia lalu meminta maaf kepada Prabowo Subianto, sambil menyinggung jatah selanjutnya merupakan milik Prabowo.
“Kemudian dua kali di pemilu presiden juga menang. Mohon maaf, Pak Prabowo,” ujar Jokowi.
“Kelihatannya setelah ini jatahnya Pak Prabowo,” sambung Jokowi. (tok/ted)






