Malang (beritajatim.com) – Ketua tim PBCR (Penetapan Bakal Calon Rektor) Drs. K.H Ali Ashari, M.Pd menjelaskan 14 tahapan dalam proses pemilihan rektor Unisma periode 2022 hingga 2026. Tahapan dimulai dari sosialisasi sampai pelantikan.
Tahap pertama tanggal 26-30 September 2022 ada sosialisasi peraturan pemilihan Rektor kepada civitas akademika. Sosialisasi, kata Ali Ashari, sudah dilakukan kepada seluruh civitas akademika mulai organ yayasan sampai pada pimpinan fakultas.
“Di samping berupa surat menyurat kami juga membuat baliho, dan web.Sehingga itu bisa diakses oleh siapapun, kapanpun tanpa batas,” katanya pada wartawan, Rabu (0911/2022) setelah acara rapat senat terbuka dan pemaparan visi misi calon rektor.
Selanjutnya pada 3-5 Oktober 2022 dilakukan pengambilan formulir pendaftaran bakal calon. Lalu 6-11 Oktober 2022 pengembalian formulir pendaftaran bakal calon rektor dan kelengkapan berkas pendukungnya. Sehingga dari 12 sampai 14 Oktober 2022 dilakukan verifikasi kelengkapan berkas persyaratan administrasi bakal calon Rektor hasil verifikasi berkas bakal calon Rektor pada 15 Oktober 2022.
[berita-terkait number=”5″ tag=”unisma”]
Tes kesehatan bakal calon rektor berlangsung 17-19 Oktober 2022. Penyerahan dokumen hasil tes kesehatan dan hasil fit and proper Test kepada Pengurus Yayasan pada 26 Oktober 2022.
Pada 28 Oktober 2022 terjadi penetapan bakal calon Rektor menjadi Calon Rektor oleh Pengurus Yayasan. “Dari waktu yang kami berikan memang ada 2, putra putri terbaik Unisma yang ingin mengabdikan diri sebagai rektor Unisma,” kata pengurus yayasan bagian Ketua Bidang Keagamaan dan Pengembangan Sumber Daya itu.
Pelaksanaan Rapat Terbuka Senat Universitas berlangsung 9 November 2022 sekaligus pemaparan visi misi calon rektor. Dilanjutkan pelaksanaan rapat tertutup Senat Universitas 12 November 2022.
“Terdiri dari 24 orang guru besar dan para pimpinan tingkat rektorat sampai dekan. Di situ Dilakukan pertimbangan kualitatif. Bahan dari itu dan penyampaian visi misi hari ini akan dilakukan uji kelayakan dan kepatutan (Fit and Proper Test) pada 24 November 2022,” kata Ali Ashari.
Rapat Pleno Organ Yayasan (Usul dan Saran) 26 November 2022. Rapat Pleno Pengurus Yayasan (Penetapan Rektor Terpilih) 28 November 2022. “Organ yayasan akan bersidang. Kita berkeyakinan kedua ini akan menjadi yang terbaik untuk Unisma ke depan. Kita rekam semua , dan baru pengurus yayasan akan menetapkan. Itu sesuai dengan statuta yang kemudian ditetapkan dalam pemilihan dan penjaringan rektor Unisma periode 2022-2026 ini,” lanjutnya.
Dia menerangkan tahapan terakhir adalah pelantikan Rektor Unisma berlangsung pada 30 November 2022. “Untuk di institusi swasta yang mengemban ideologi semacam ini. Kita terbuka dalam beberapa hal, sekaligus tertutup di sisi lain tapi fair. Ini mengakomodir seluruh pikiran, meski belum tentu menyenangkan semua pihak,” terangnya.
Selain itu, kata Ali Ashari, semua sudah berkomitmen siapapun yang jadi akan tetap saling merangkul. “Akan tetap ber unisma. Jadi bagian dari pengembangan Unisma ke depan. Ini institusi milik Umat yang mengikrarkan diri sebagai ahlussunnah wal jamaah, semua akan dikerucutkan ke arah itu. Kita moderat, tidak ada yang berbeda untuk proses pemilihan kali ini,” tuturnya lebih lanjut.
Dia akhir kesempatan dia berharap pimpinan ke depan , pasti dan harus pemimpin yang berwawasan global. Karena saat ini Unisma sudah masuk ke World Class University, tentu dengan seluruh ke tahapannya. Arahannya untuk Unisma nanti terakreditasi secara internasional di periode pimpinan 2022-2026. (dan/kun)






