Ponorogo (beritajatim.com) – Face-off pedestrian atau trotoar di Jalan Urip Sumoharjo Kabupaten Ponorogo masih berlangsung. Face-off tersebut sangat memanjakan pejalan kaki.
Bagaimana tidak, trotoar tersebut dilebarkan. Bahkan pedestrian itu juga dilengkapi oleh jalur untuk khusus difabel.
Namun, jalur difabel itu nampaknya belum ramah untuk penyandang tuna netra. Sebab, sebagian jalur berada sangat dekat dengan tiang.
Ada juga jalurnya yang tegak lurus. Sementara saat mendekati tiang, jalur disabilitas itu dibelokkan.
Pantauan beritajatim.com, sedikitnya ada tiga titik jalur disabilitas yang keadaannya dekat dengan tiang. Jika tidak diubah, pejalan kaki yang tunanetra bisa berpotensi menabrak tiang-tiang tersebut.
Menanggapi jalur disabilitas yang berpotensi pejalan tuna netra menabrak tiang, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Ponorogo, Jamus Kunto Purnomo menyebut, pekerjaan face-off pedestrian di Jalan Urip Sumoharjo itu belum selesai.
Dia memastikan tiang-tiang yang mengganggu untuk jalur disabilitas bakal dipindah.
“Tiangnya akan kita pindah semuanya. Ini dilakukan klasifikasi dulu,” kata Jamus, Senin (7/11/2022).
[berita-terkait number=”5″ tag=”Ponorogo”]
Klasifikasi itu dilakukan untuk identifikasi tiang-tiang tersebut. Apakah tiang listrik, provider, ataupun tiang milik papan reklame. Jamus menyebut bahwa untuk tiang papan reklame, pihaknya sudah menyurati pemiliknya.
Sementara untuk tiang provider, sedang dikerjakan untuk dicabut. Sebab, kabelnya akan dipindah untuk dipendam di tanah. Pengecualian untuk tiang listrik, DPUPKP Kabupaten Ponorogo masih menantikan kepastian.
“Untuk tiang provider bakal dicabut. Memang masih butuh waktu untuk mencabutnya. Kabel provider dipindah di dalam tanah,” pungkasnya. [end/beq]







