Lamongan (beritajatim.com) – Pencuri pakaian di Toko Mega Busana, Desa Sumberdadi, Kecamatan Mantup, Kabupaten Lamongan babak belur dihajar massa. Beruntung, polisi segera datang ke lokasi untuk mengamankan pencuri dari amukan massa.
Diketahui, pelaku yang nahas ini adalah Puji Slamet alias Kentir (50) dan Jainuri (24). Keduanya adalah warga asal Kelurahan Prajuritkulon Kabupaten Mojokerto yang nekat menggondol 8 potong celana panjang merk Cardinal di toko Mega Busana.
“Dua pelaku asal Mojokerto ini ketahuan dan sempat diamuk massa. Kejadian ini terjadi pada hari Rabu (2/11/2022), pukul 17.00 WIB, di lantai atas Toko Mega Busana, Kelurahan Sumberdadi, Kecamatan Mantup,” ujar Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda Anton Krisbiyantoro, Jumat (4/11/2022).
Mengenai kronologinya, Anton menjelaskan, kedua pelaku ini menyatroni toko dan berlagak hendak membeli pakaian. Semula mereka memilih-milih pakaian layaknya pembeli pada umumnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pencurian-lamongan”]
Kala itu, seorang karyawan toko bernama Syarif Mahfudin yang bertugas di lantai atas mengawasi gerak-gerik kedua pelaku yang tampak mencurigakan. Kemudian Syarif menghubungi karyawan lain, bernama Eka, dan memintanya untuk mengawasi pelaku.
“Kedua pelaku sempat masuk ke kamar ganti. Lalu keduanya buru-buru turun ke lantai bawah. Merasa janggal, akhirnya saksi Syarif dan Eka mengikuti pelaku yang bergegas naik ke sepeda motornya,” imbuh Anton.
Selain itu, Anton menuturkan, saksi juga memanggil pemilik toko yang berada di kantor. Setelah itu, kasir toko yang bernama Suryati dan Suyanti berupaya untuk menghentikan kedua pelaku tersebut.
“Setelah pemilik toko datang, ia melakukan pemeriksaan kepada pelaku. Ternyata benar, dari balik baju terdapat 8 potong celana jenis soft jeans merk Cardinal warna krem,” tambahnya.
Beberapa saat kemudian, banyak warga yang datang. Nahas, pelaku dihajar dan dihakimi massa. Pemilik toko segera melaporkan kejadian itu ke Polsek Mantup. Dengan sigap, polisi segera mengamankan kedua pelaku beserta barang bukti dan satu unit kendaraan.
“Salah satu pelaku yang bernama Puji Slamet bonyok dan terluka akibat diamuk massa. Lalu dilarikan oleh petugas Polsek Mantup ke Puskesmas setempat untuk dilakukan penanganan medis,” beber Anton.[riq/ted]






