Jember (beritajatim.com) – Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia Komisaris Jenderal Gatot Eddy Pramono menegaskan kesiapan aparat kepolisian untuk mengantisipasi dampak resesi ekonomi global dalam kehidupan masyarakat.
Hal ini ditegaskan Gatot saat menjawab pertanyaan wartawan, usai menghadiri acara pengukuhan guru besar di Universitas Jember, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Sabtu (29/10/2022). “Polisi selalu siap. Tugas polisi pertama memelihara keamanan. Kedua, penegakan hukum, melindungi, dan mengayomi masyarakat,” katanya.
Menurut Gatot, sudah disiapkan langkah-langkah pada setiap personel kepolisian untuk mengamankan berbagai situasi, aman maupun krisis. “Kita sudah dipersiapkan untuk itu. Anggota kita juga sudah melakukan pelatihan-pelatihan,” katanya.
Salah satunya adalah pelatihan untuk pengamanan pertemuan G-20. “Saya kemarin ke sana. Anggota kami sudah siap latihan tactical floor game-nya, latihan di lapangannya, kesiapan sarana dan prasarananya. Jadi kami siap mengamankan semua situasi yang terjadi,” kata Gatot.
[berita-terkait number=”4″ tag=”ekonomi-indonesia”]
Apa yang diantisipasi dari resesi ekonomi? “Pertama, kami tentunya mendapatkan potensi-potensi kerawanan dari intelijen. Apa yang muncul dari kerawanan-kerawanan itu kami siapkan cara bertindaknya. Kami siapkan jumlah personel untuk mengantisipasi itu, termasuk juga situasi kontijensi,” kata Gatot.
Polisi juga mengantisipasi situasi konflik. “Ini kami siapkan cara-cara menghadapinya,” kata Gatot. [wir/but]






