Bojonegoro (beritajatim.com) – Tanggul Sungai Kali Avour Ingas di Desa Kedungprimpen Kecamatan Kanor Kabupaten Bojonegoro jebol. Jebolnya tanggul itu karena tidak mampu menampung limpasan air dari Sungai Bengawan Solo.
Jebolnya tanggul itu berdampak pada puluhan hektar area persawahan yang berada di Desa Kedungprimpen Kecamatan Kanor serta Desa Pomahan dan Pucangarum, Kecamatan Baureno. “Ya, ini karena kiriman air dari hulu banyak kemudian tidak bisa mengalir ke Bengawan Solo karena sedang banjir juga,” jelas Kasmono, petani setempat, Selasa (25/10/2022).
Tanggul Kali Avour Ingas itu jebol sekitar pukul 16.30 WIB kemarin. Dampak jebolnya tanggul Kali Ingas itu merendam sedikitnya 190 hektar (Ha) lebih lahan yang biasanya ditanami padi. Beruntung saat ini para petani baru memasuki masa pembenihan padi. “Pembenihan padi berusia tujuh sampai sepuluh hari. Belum memasuki masa tanam,” ujarnya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”tanggul-jebol”]
Menurut Sekretaris Desa Pucangarum Mohammad Sholikin, tanggul Kali Avour Ingas itu sepanjang tujuh meter. Hasil kesepakatan antara pemerintah desa dengan masyarakat tanggul tersebut tidak langsung ditangani darurat karena air masih tinggi. “Karena belum memasuki masa tanam, sehingga petani menunggu air surut baru ditangani darurat agar lebih maksimal,” terangnya.
Sementara BPBD Bojonegoro sendiri telah mendistribusikan sejumlah peralatan penanganan darurat diantaranya terdiri dari terpal 10 lembar, sesek 50 lembar, bongkotan 20 batang, dan zak 700 lembar. [lus/suf]






