Malang (beritajatim.com) – Kepala Posko Crisis Center Tragedi Kanjuruhan, Wiyanto Wijoyo merilis tambahan jumlah korban Tragedi Kanjuruhan yang meninggal dunia, Jumat (21/10/22) sore. Tambahan satu orang adalah Reivano Dwi Afriansyah (17), warga Jalan Kebonsari, Dusun Kebonsari, Desa Ngebruk, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang.
“Hari ini saya merilis tambahan satu korban yang meninggal dunia dalam Tragedi Kanjuruhan. Tambahan satu orang ini meninggal dunia tadi pagi di RSSA Malang. Korban dirujuk ke RSSA Malang sejak 2 Oktober 2022,” ungkap Wiyanto Wijoyo.
Wijoyo yang juga Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang ini menjelaskan, selama dalam perawatan di ruang ICU RSSA Malang, korban mendapat penanganan medis dan pantauan khusus. Diagnosa awal yang disampaikan, kondisi korban ini karena mengalami luka di kepala. “Luka di kepala itu karena trauma bisa terinjak atau trauma karena berdesak-desakan,” ujarnya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”korban-tragedi-kanjuruhan”]
Apakah ada diagnosa lain? Wiyanto Wijoyo mengaku kalau dirinya hanya menyampaikan data secara global saja. Untuk diagnosa akhir dari pihak rumah sakit yang menangani tidak disampaikan. “Saya hanya menyampaikan secara global. Karena tidak ada catatan medis lain yang disampaikan kepada saya. Hanya diagnosa awal saja karena adanya luka di kepala,” terangnya.
Sekadar diketahui, Reivano Dwi Afriansyah adalah korban ke-134 dalam Tragedi Kanjuruhan yang meninggal. Korban menghembuskan nafas terakhir pada Jumat (21/10/22) pagi di ruang ICU RSSA Malang sekitar pukul 06.45 WIB. Reivano meninggal setelah menjalani perawatan selama 21 hari. Sebelum dirujuk ke RSSA Malang pada tanggal 2 Oktober 2022, dia sempat menjalani perawatan di RS Hasta Husada Kepanjen, Kabupaten Malang. [yog/suf]






