Pasuruan (beritajatim.com) – Kasus gagal ginjal akut pada anak yang terjadi di beberapa provinsi di Indonesia menjadi perbincangan hangat. Dengan ini, Kementrian Kesehatan secara tegas melarang adanya peredaran obat sirup untuk sementara.
Hal ini turut menjadi perhatian khusus Dinas Kesehatan Kota Pasuruan. Terbukti Dinkes Kota Pasuruan melakukan razia kepada sejumlah apotik yang terdapat di Kota Pasuruan.
Dinkes Kota Pasuruan memastikan agar seluruh apitikndi wilayah Kota Pasuruan semntara waktu tidak memperjual belikan obat sirup. Terdapat dua apotik yang disasar oleh Dinkes Kota Pasuruan, yakni Apotik Gajahmada Prima dan Apotik YAP di Kecamatan Purworejo.
[berita-terkait number=”5″ tag=”razia”]
“Kami mendatangi sejumlah apotik yang terdapat di Kota Pasuruan yakni Apotik Gajahmada Prima dan Apitik YAP. Hal ini kami lakukan guna mengedukasi masyarakat dan apotik untuk tidak memperjualkan obat sirup,” kata Kabid Pelayanan dan Sumberdaya Kesehatan Dinkes Kota Pasuruan, Ika Anggraeni, Kamis (20/10/2022).
Terlihat juga para petugas nampak memeriksa isi etalase di setiap-setiap apotik. Ini dilakukan guna diberlakukannya SE Kemenkes RI dikeluarkan pada Rabu (19/20/2022) kemarin.
Ika menjelaskan jika pemakaian obat sirup ini dilarang sampai waktu yang belum ditentukan. Pihaknya masih menunggu Kementrian menyelesaikan penyelidikan dan penelitian epidiomologi terkait penyakit gagal ginjal akut pada anak.
“Kami sudah menghimbau sementara waktu pemakaian obat sirup dihentikan sampai waktu yang tidak ditentukan. Namun jika hasil penyelidikan epidimiologi dan penelitian selesai, kemungkinan akan ada perubahan,” ungkapnya.
Ika juga menghimbau kepada masyarakat agar tidak sembarangan membeli obat. Apalagi jika obat tersebut dalam bentuk cair seperti obat sirup.
Masyarakat yang mengalami gejala penyakit diminta untuk memeriksakan dirinya ke puskesmas atau rumah sakit terdekat. Tidak diperkenankan pada masyarakat untuk membeli obat sirup tanpa menggunakan resep dokter.
Sementara itu, Olly Suyatno pemilik apotik Gajahmada Prima, mengakui jika pihaknya memang masih memajang sejumlah obat sirup dan obat cair di etalase toko. Namun, Olly menyatakan jika apotiknya sudah tidak melayani apabila ada warga yang ingin membeli obat sirup dan cair. “Memang masih dipajang tapi tidak dilayani. Sampai hari ini masih banyak yang mau beli dan pada bertanya kenapa tidak dijual,” ucapnya. (ada/kun)






