Trenggalek (beritajatim.com) – Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin mengatakan, saat banjir melanda, Bendungan Tugu telah menampung 2 juta meter kubik air. Jika hujan terus turun, dia khawatir Bendungan Tugu tidak mampu menahan lebih banyak air sehingga meluber.
“Bendungan tidak lagi bisa menampung. Maka dari itu kita sampaikan kepada masyarakat surutnya air akan lebih lambat. Maka dari itu kita dirikan posko agar masyarakat bisa bermalam di situ,” kata M. Nur Arifin.
Arifin mengatakan banjir kali ini lebih besar dari peristiwa sama yang terjadi di 2006 lalu. Tercatat, curah hujan yang mengguyur Kabupaten Trenggalek menjelang banjir mencapai 200 ml/s.
[berita-terkait number=”4″ tag=”Banjir-Trenggalek”]
Untuk itu, kepala daerah yang akrap disapa Gus Ipin ini memerintahkan kepada jajarannya untuk menyiapkan dua lokasi pengungsian. Warga yang mengungsi akan ditempatkan di Gedung GOR Trenggalek dan Kantor Kecamatan Kota.
Sesuai prakiraan cuaca BMKG, hujan masih akan terjadi di wilayah Trenggalek sampai dua hari ke depan. Sehingga kemungkinan genangan air masih bisa terjadi.
Yang dibutuhkan sekarang adalah makanan cepat karena untuk memasak membutuhkan waktu dan dapur umum kita tidak bisa untuk mempercepat.
“Kalau ada bantuan relawan yang cepat cepat saja, seperti roti dan sejenisnya. Itu sangat dibutuhkan.” katanya.
“Kita juga akan distribusi air bersih dan juga baju, karena rata-rata almari juga ikut terendam. Masyarakat tidak punya baju bersih untuk menghangatkan diri. Apalagi yang dipakai juga sudah basah,” pungkasnya. [nm/beq]






