Surabaya (beritajatim.com) – Siswi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Tasikmalaya, Nabilah Husniyyah melakukan sebuah penelitian mengenai sayap lalat. Riset tersebut berjudul ‘Profiliing dan Docking Senyawa Kandidat Antikanker dari Sayap Kanan Lalat melalui Karakteristik GC-MS’.
Penelitian tersebut berhasil meraih juara II Madrasah Young Reasercher Supercamp (Myres) 2022 untuk jenjang Madrasah Aliyah (MA) Bidang Matematika Sains Dan Pengembangan Teknologi.
Nabilah mengaku, penelitian tersebut terinspirasi dari salah satu hadis Rasulullah SAW yang mengungkapkan soal lalat.
“Apabila seekor lalat hinggap di tempat minum salah seorang dari kalian, hendaknya ia mencelupkan ke dalam minuman tersebut kemudian membuangnya karena pada salah satu sayapnya terdapat penyakit dan pada sayap lainnya terdapat penawarnya.” (H.R. Bukhari).
Hadis inilah yang memberikan inspirasi bagi Nabilah untuk melakukan penelitian tentang lalat.
[berita-terkait number=”5″ tag=”doa”]
“Awalnya, saya terinspirasi hadis tersebut, karena penasaran saya melakukan penelitian ini,” kata Nabilah yang dikutip dari laman Kemenag, Sabtu (15/10/2022).
Lebih lanjut, Nabilah mengungkapkan bahwa penelitian ini menelusuri tentang potensi senyawa aktif pada sayap kanan Musca domestica (lalat) melalui profiling senyawa bioaktif dengan metode GC-MS dan in silico dengan melalui molecular docking.
“Saya lakukan penelitian ini dari tahun 2021. Pastinya banyak sekali kendala dan rintangan. Namun saya optimis bisa menyelesaikannya. Alhamdulillah, saya bisa sampai di tingkat nasional,” jelas Nabilah merujuk keberadaannya sebagai finalis Myres 2022.
Di sisi lain, Nabilah mengaku awalnya menemui kesulitan dalam penelitian ini, yaitu saat penangkapan lalatnya.
“Dari alat perangkap sudah saya pakai, namun hasilnya kurang maksimal, apalagi yang saya teliti adalah sayapnya, jadi harus sangat hati-hati,” imbuhnya.
Nabilah juga menjelaskan bahwa tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui identifikasi potensi senyawa aktif pada ekstrak kasar dari sayap kanan Musca domeesttica (lalat) melalui metode GC-MS.
Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk menganalisa profiling dan docking potensi senyawa aktif sebagai kandidat anti kanker berdasarkan nilai peak dari karakterisasi menggunakan metode GC-MS.
Sementara itu, manfaat dari penelitian ini yaitu untuk memberikan pengetahuan mengenai keberlanjutan penelusuran potensi penggunaan dari morfologi sayap kanan Musca domestica (lalat) sebagai bahan dalam komposisi antikanker.
Dia berharap, riset ini dapat terus dikembangkan secara keberlanjutan sebagai sumbangsih di dalam biomedis.
“Tentunya, manfaat yang bisa saya rasakan sendiri adalah pengalaman, dengan adanya penelitian ini yang penuh dengan perjuangan membuahkan pengetahuan yang luar biasa,” pungkasnya. (nap)






