Surabaya (beritajatim.com) – Pusat Kajian Akuntansi Pendidikan (PKAP) merespon tantangan yang dihadapi dalam pembelajaran di era Covid-19 dengan mengembangkan Learning Management System (LMS) khusus akuntansi yang disebut dengan SIDEK-Edu (Sistem Informasi Debit Kredit-for Education).
Ketua Tim Aplikasi SIDEK-Edu Sony warsono menjelaskan aplikasi SIDEK-Edu ini merupakan perwujudan upaya melakukan perubahan yang berpijak pada teknologi informasi untuk menjaga asa keberlangsungan ilmu akuntansi.
Secara khusus, jelas Sony, SIDEK-Edu berfokus pada upaya peningkatan proses pembelajaran yang diharapkan dapat memotivasi individu memahami akuntansi dan mengembangkannya secara optimal.
Di bulan Agustus 2022, lanjut dia, PKAP juga menerima permintaan dari SMK Dr Soetomo Surabaya untuk mendampingi persiapan pelaksanaan program Merdeka Belajar Pusat Unggulan, dan SIDEK-Edu pun juga ditawarkan sebagai media pembelajaran penunjang pelaksanaan MBKM tersebut.
Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dilakukan antara Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) dengan SMK Dr Soetomo Surabaya perihal Penerapan Aplikasi Sistem Informasi Debit Kredit Untuk Edukasi (SIDEK-Edu) dalam Kurikulum Merdeka Belajar.
“Untuk mengawali implementasi SIDEK-Edu di SMK Dr Soetomo, kami menindaklanjuti dengan menyelenggarakan kegiatan pelatihan SIDEK-Edu khusus kepada guru-guru SMK DR Soetomo selama 1 minggu penuh di Yogyakarta dan di Surabaya serta melakukan instalasi SIDEK-Edu khusus untuk SMK Dr Soetomo Surabaya,” ujar Sony, Jumat (14/10/2022).
Dirinya menerangkan, sebagai aplikasi Learning Management System (LMS), baik guru maupun siswa dapat merasakan nilai manfaat dari penggunaan SIDEK-Edu dalam persiapan SMK menuju program Merdeka Belajar Pusat Unggulan.
Menurutnya, optimalisasi pembelajaran akuntansi dilakukan melalui penyediaan aplikasi yang mengintegrasikan antara pengetahuan berupa konsep, dan standar akuntansi (tersedia di ruang teori), dan pengetahuan yang bersifat teknis (tersedia di ruang praktik).
Dengan menyediakan kedua ruang di SIDEK-Edu diharapkan pembelajaran akuntansi tidak lagi dihadapkan dengan dilema yang hingga saat ini muncul, yaitu adanya dikotomi pencapaian tujuan pembelajaran akuntansi. “Sebagian sekolah lebih mengutamakan pembelajaran akuntansi yang mengedepankan pengetahuan teori dengan mengabaikan pengetahuan teknis, dan sekolah lain justru memilih sebaliknya,” ungkap Sony.
Dengan demikian, SIDEK-Edu merupakan LMS terintegrasi yang dimaksudkan menggabungkan pencapaian kedua tujuan utama pembelajaran yang terkesan bertolak belakang tetapi sesungguhnya kehadiran keduanya saling melengkapi.
Sementara itu, Kepala SMK Dr Soetomo Surabaya Juliantono Hadi sangat mengapresiasi kerjasama dengan FEB UGM. Dengan adanya aplikasi SIDEK-Edu dalam proses melakukan pembelajaran akuntasi sangat mudah dan cepat.
Ia mengungkapkan, bahwa program ini sangat bermanfaat bagi SMK Dr Soetomo. Menurutnya, dibandingkan jurusan teknik dimana siswa diharuskan menciptakan produk, namun siswa jurusan akuntasi bisa membuat pembukuan akutansi debit kreditnya lebih muda.
Menurutnya, aplikasi ini juga sangat mudah diimplementasikan kepada siswa karena aplikasi ini menggunakan bahasa Indonesia, sehingga siswa bisa mengerti sistem alur kerjanya. Alur pengoperasian fitur SIDEK-Edu pun menggambarkan hubungan antara input-an data keuangan, cara pengolahan dan pemrosesannya, serta output secara jelas yang dijadikan dasar untuk membangun logika aplikasi otomatisasi akuntansi.
[berita-terkait number=”4″ tag=”teknologi”]
Oleh karena itu, dengan media pembelajaran seperti SIDEK-Edu, pembelajar diharapkan memiliki kemampuan analitis yang lebih tajam dan pada akhirnya dapat mendesain sistem informasi akuntansi digital atau aplikasi akuntansi menurut versinya sendiri. Sebagai wujud dari pengembangan ilmu akuntansi sebagai sistem informasi.
“SIDEK-Edu merupakan langkah perwujudan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM). Aplikasi SIDEK-Edu ini diharapkan sangat mendukung bagi tenaga pendidik serta siswa didik SMK Dr Soetomo Surabaya. Jadi siswa lebih mudah untuk mengerjakan akuntasi. Dengan kerjasama ini diharapkan bisa menjadi upaya peningkatan pembelajaran Akuntansi di SMK dr.Soetomo dan bermanfaat menjalankan program Merdeka Belajar Pusat Unggulan,” pungkas Juliantono. [ipl/but]







