Magetan (beritajatim.com) – Pemkab Magetan bersama personel gabungan melaksanakan Apel Gelar Pasukan dan Peralatan dalam rangka Kesiapan Tanggap Bencana di Mako Polres Magetan, Kamis (13/10/2022). Total pasukan setidaknya ada 190 personel yang berasal dari TNI, Polri, BPBD, Tagana, serta unsur relawan dan masyarakat.
Menurut catatan register bencana BPBD Magetan dalam register bencana bulan September dan Oktober terdapat kerusakan imbas cuaca ekstrem. Untuk bulan September dampak cuaca ekstrim mengakibatkan atap rumah warga roboh dan pohon tumbang. Masing masing ada dua kejadian, namun tak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Sementara di bulan Oktober ada dua kejadian akibat cuaca ekstrim yakni tanah longsor dan pohon tumbang. Keduanya terjadi di wilayah Plaosan tepatnya di Jalan Raya Tawangmangu-Sarangan. Longsor dan pohon tumbang mengakibatkan lalu lintas sempat tersendat. Tidak ada korban dalam kejadian itu. Tidak ada kerugian materiil karena tak mengakibatkan kerusakan fasilitas milik warga maupun pemerintah.
[berita-terkait number=”5″ tag=”pemkab-magetan”]
Bupati Magetan Suprawoto menyebut jika seluruh personel harus siap jika sewaktu-waktu terjadi bencana. Termasuk peralatan yang digunakan untuk upaya penanggulangan. “Siapa saja tidak berharap bencana terjadi. Namun, jika suatu saat terjadi personel semua sudah siap agar masyarakat bisa tentram dan terlindungi. Magetan itu yang paling banyak angin puting beliung, tanah longsor, dan kebakaran. Banjir jarang terjadi, dan hanya satu wilayah yang paling rawan terjadi yakni Desa Ngelang, Kartoharjo,” kata Suprawoto.
Setidaknya ada 4 Kecamatan di Kabupaten Magetan yang rawan longsor, yaitu Plaosan, Poncol, Panekan dan Parang. Kemudian rawan banjir Kecamatan Kartoharjo. “Untuk longsor tiap tahun selalu ada. Tetapi tahun ini longsor tidak ada yang skala besar hanya kecil kecil itu pun hanya menutup jalan tidak sampai ke pemukiman penduduk,” imbuhnya.
Terakhir, Suprawoto selain kepada petugas juga mengapresiasi peran serta masyarakat rawan bencana yang tanggap. Gotong royong dan kebersamaan untuk membantu warga terdampak bencana sangat cepat. Pun, sudah ada dua posko tanggap bencana yang disiapkan yakni di Kecamatan Poncol dan Kartoharjo untuk mitigasi bencana. (fiq/kun)






