Surabaya (beritajatim.com) – Dam Rolak Songo merupakan pintu air peninggalan Belanda yang terletak perbatasan antara Sidoarjo dan Mojokerto. Di mana sisi utara berada di kecamatan Tarik, Sidoarjo, sedangkan sisi selatan berada di kecamatan Mojoanyar, Mojokerto.
Dinamakan Rolak Songo karena terdapat tiang pengerek pintu air yang berjumlah sembilan atau songo dalam bahasa Jawa. Bendungan yang telah berdiri sejak 1857 atau 165 tahun yang lalu ini dipercaya banyak menyimpan cerita dan sejarah.
Pembangunan dam ini sendiri pada dasarnya digunakan untuk mengatur debit air agar dapat mengairi persawahan masyarakat sekitar. Selain itu, juga sebagai pengatur ketinggian air untuk anak sungai Brantas, yakni kali Mas di Surabaya dan kali Porong, Sidoarjo.
Bangunan ini sempat dibongkar total lantaran pintu airnya mengalami kerusakan yang cukup parah akibat dampak perang kemerdekaan. Sehingga menyebabkan daerah Sidoarjo dan Surabaya kebanjiran kala itu. Beragam kisah mistis pun beredar, masyarakat sekitar mengaku banyak mengalami kejadian aneh di dam Rolak Songo.
Kisah mistis yang paling terkenal ialah adanya seorang pria tua yang kerap muncul sesaat sebelum terjadi kecelakaan di area tersebut. Seperti yang terjadi pada tahun 2017 lalu, bendungan ini telah menelan korban. Satu orang berhasil diselamatkan warga dan satu orang lainnya meninggal dunia.
[berita-terkait number=”5″ tag=”horor”]
Orang yang biasa membersihkan dam Rolak Songo mengungkapkan bahwa bangunan tersebut memang ada penunggunya. Selain seorang kakek tua yang kerap muncul di tangga sisi utara, ada juga seorang wanita yang kerap menampakkan wujudnya di sisi timur bagian utara.
Sosok gaib tersebut tak hanya dijumpai pada malam hari atau dini hari saja, melainkan masyarakat sekitar juga terkadang melihatnya pada siang hari. Saat mereka memalingkan muka sebentar, sosok tersebut tiba-tiba menghilang.
Meski diakui bahwa makhluk astral yang menyerupai kakek tua maupun wanita itu tidak ada niatan jahat, tetapi warga sekitar tetap menyarankan agar tidak lupa berdoa dan meminta perlindungan pada Tuhan Yang Maha Esa. Hal ini pun juga berlaku untuk semua orang di manapun ia berada. (Fyi/ian)






