Ponorogo (beritajatim.com) – Banyaknya sampah yang ada di sungai, disinyalir menjadi salah satu penyebab banjir menggenangi beberapa desa di Kabupaten Ponorogo pada hari Sabtu (8/10) lalu.
Tak ingin tumpukan sampah itu menyebabkan air sungai meluap lagi, BPBD Ponorogo melakukan pembersihan. Pembersihan sisa-sisa sampah yang dibawa oleh banjir itu tidak hanya dilakukan manual, namun juga melibatkan alat berat.
“Baru hari ini kita lakukan pembersihan sisa-sisa sampah,” Kalaksa BPBD Kabupaten Ponorogo, Hendry Indrewardhana, Senin (10/10/2022).
BPBD Ponorogo melakukan pembersihan sampah itu tidak sendirian, Hendry menyebut pihaknya juga melakukan koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Ponorogo. Hal itu dilakukan supaya sampah di sungai cepat bisa terangkat.
“Dengan pembersihan sampah ini, semoga nanti kalau hujan lagi tidak ada sumbatan. Sehingga tidak menyebabkan air sungai meluap yang menyebabkan banjir,” katanya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”banjir-ponorogo”]
Selain melakukan pembersihan sampah di sungai-sungai, BPBD Ponorogo juga melakukan pengkajian terkait jembatan putus yang diterjang banjir pada hari Sabtu lalu. Ya, waktu itu selain menyebabkan banjir, air sungai yang meluap tersebut memutuskan jembatan penghubung antara Desa Ngrukem dengan Desa Kemuning. Sebab jembatan tersebut saat ini kondisinya putus total. Hasil kajian itu nantinya akan dilaporkan ke dinas terkait.
“Terkait jembatan yang putus, ini masih kita lakukan pengkajian. Nanti kalau sudah selesai akan kita laporkan kepada dinas terkait. Sehingga dibangun atau bagaimana itu merupakan kewenangan dari DPUPKP,” ungkap Henry.
Henry menambahkan bahwa sengaja pembersihan sampah ini baru dilakukan hari Senin ink, sebab BPBD Kabupaten Ponorogo sebelumnya menunggu debitair di aliran sungai itu surut. Selain memudahkan untuk pembersihan, juga meminimalisir resiko dan keselamatan relawan.
“Baru sekarang bukan berarti lambat, air sungai bisa surut dulu, alat berat bisa masuk dan keselamatan relawan juga terjamin,” pungkasnya. (end/ted)






